FEB

Blog

  • Kajian Buku Pembiayaan UMKM Karya Menko Perekonomian Di Gelar di UNS

    Kajian Buku Pembiayaan UMKM Karya Menko Perekonomian Di Gelar di UNS

    Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia bersama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS)  dan Penerbit Rajagrafindo Persada menggelar Kuliah Umum dan Kajian Buku Pembiayaan UMKM di Auditorium Haryo Mataram UNS, Kamis (20/10/2022).

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS,  Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemenko Perekonomian yang telah menjalin kerjasama dengan UNS untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Umum dan Kajian Buku Pembiayaan UMKM yang pada hari ini buku tersebut dibahas secara mendalam.

    Prof. Yunus menyampaikan bahwa buku hasil karya Menko Perekonomian Republik Indonesia Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., I.P.U. membahas lima pokok bahasan meliputi peranan UMKM terhadap perekonomian, ketahanan UMKM terhadap krisis, pembiayaan UMKM, pembiayaan syariah bagi UMKM, dan pembiayaan UMKM pada masa pandemi COVID-19.

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS,  Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S.

    Disampaikannya juga, UNS sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) terus berupaya berperan aktif dalam pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Peran aktif ini tidak hanya diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi tetapi juga menerapkan langkah-langkah strategis pemberdayaan UMKM melalui kerjasama kemitraan dan pemberian penghargaan kepada para pelaku UMKM, dan pendampingan kegiatan wirausaha mahasiswa.

    Dalam keynote speech, Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto menyampaikan kegiatan hari ini dalam rangka mendorong pengembangan UMKM dan mendiseminasikan pembiayaan UMKM secara lebih luas untuk pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

    Buku pembiayaan UMKM yang telah diluncurkan 11 November 2021 ini berisi berbagai pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan UMKM. UMKM merupakan pilar pertumbuhan ekonomi yang selama pandemi ini bisa bertahan.

    “Terkendalinya kasus pandemi covid-19 secara konsisten telah mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, terlihat dari kepercayaan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi mulai pulih kembali. Situasi ini juga memicu peningkatan aktivitas bisnis UMKM” ungkapnya.

    Peserta Kuliah Umum dan Bedah Buku Penuhi Auditorium

    Selanjutnya dijelaskan, Pelaku UMKM merupakan kunci penting bagi perekonomian,  kontribusinya terhadap PDB sebesar 61% dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 97% dari tenaga kerja nasional, juga mendorong investasi dan ekspor.  Investasi UMKM sebesar 60% dari total investasi nasional dan kontribusi terhadap ekspor non migas mencapai 16%.

    Dalam rangka menjaga momentum pemulihan ekonomi dan pemberdayaan UMKM, pemerintah melakukan strategi pengembangan UMKM disertai dengan peningkatan akses pembiayaan UMKM.

    Presiden telah memberikan arahan untuk meningkatkan pos kredit UMKM terhadap perbankan dengan target 30% di tahun 2024 atau setara dengan Rp 1800 Triliun dan Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan Bank Indonesia. Program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah dilakukan oleh pemerintah.

    Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian

    Menko Perekonomian berharap, buku ini menambah pengetahuan bagi para akademisi untuk membuat kebijakan, para mahasiswa untuk melakukan monitoring dan evaluasi serta mengetahui kebijakan-kebijakan di sektor UMKM. Buku ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi dan koordinasi untuk pemberdayaan UMKM guna mempercepat dan memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi.

    Sementara itu, pada pengantar diskusi kegiatan kuliah umum dan kajian buku, Dr. Iskandar Simorangkir, S.E., M.A.,  Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan mengatakan bahwa melalui Undang-Undang Cipta Kerja No 11 tahun 2020 dan turunannya PP 77 tahun 2021 mengatur bagaimana pemerintah mendorong UMKM agar bisa naik kelas, salah satunya dalam hal perizinan usaha. Sampai dengan posisi September 2022 sudah ada 1,7 juta unit usaha mikro yang mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui online single submission (OSS).

    Dr. Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Mikro dan Keuangan

    “UMKM perlu didorong, pertama dengan mendorong kualitasnya sesuai dengan standar yang dibutuhkan bukan hanya nasional namun juga internasional,  kemudian dengan mengikutsertakan UMKM  di dalam produk-produk perusahaan besar yang saling sinergi dan saling bantu-membantu. Dengan demikian, diharapkan UMKM yang bisa naik kelas, pendapatannya semakin meningkat. Jika kita bisa melakukan itu, maka niscaya kita bisa menjadi negara maju” tegasnya.

    Dipenutup paparannya, Dr. Iskandar Simorangkir mengajak kepada peserta yang sebagian besar mahasiswa agar tidak sekedar menjadi pencari kerja tetapi dapat menciptakan lapangan kerja dengan mendorong usaha-usaha baru yang tentunya berawal dari UMKM sehingga bisa berkembang pesat.

    Pembahas pada Kuliah Umum dan Bedah Buku

    Kuliah umum dan Kajian Buku pembiayaan UMKM yang dimoderatori oleh Devi Setyorini, Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenko Perekonomian tersebut menghadirkan tiga pembahas yakni Dr. Ferry Irawan, SE, ME, Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal, Gede Edy Prasetya S.E., M.M.Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Kemenko Bidang Perekonomian, serta Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS. (Tetri)

    Materi dalam acara ini  uns.id/umkmfebuns

  • BPU FEB Gelar FGD Penguatan Pelatihan untuk Pengembangan Program Unggulan

    BPU FEB Gelar FGD Penguatan Pelatihan untuk Pengembangan Program Unggulan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Pelatihan untuk Pengembangan Program Unggulan Badan Pengelola Usaha (BPU) FEB UNS, Selasa 11 Oktober 2022 di Ruang Telekonferen Gedung Soedarah Soepono dan Zoom Meeting.

    Di kegiatan ini, BPU menghadirkan dua narasumber, Widi Andri Astuti, SE, M.Si.  dari PT Widi Prakarsa Training Consulting dan Arif Wiranata  Patanduk, Founder dan CEO Wiyata Academy.

    Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, SE, MT, Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan, baru saja UNS memperingati 2  tahun PTNBH UNS di tanggal 6 Oktober 2022 kemarin. UNS harus siap merespon perkembangan bisnis dan juga akademik yang luar biasa cepat, terutama di era digital saat ini.

    Badan Pengelola Usaha (BPU) FEB UNS berupaya untuk  mengikuti  perkembangan yang ada. Era digital ini harus kita sambut bersama, bagaimana mengoptimalkan SDM yang ada, kita harus bergerak keluar, tidak hanya pada market lokal.

    “Dalam waktu dekat, kami akan melaunching pelatihan series yang berlangsung hingga tahun 2023. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di FEB, secara mandiri mampu mengelola lembaga agar bisa survive” ungkapnya.

    Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, SE., M.Si., dalam sambutannya juga menegaskan  bahwa potensi di FEB sangat besar.  FEB memiliki SDM yang handal dan berpengalaman, hanya perlu tambahan pengetahuan bagaimana mengelola sebuah lembaga training dan konsultan dalam rangka memuaskan klien.

    Dr. Mugi optimis di FEB akan hadir sebuah lembaga training dan konsultan yang menghasilkan sesuatu yang bernilai, BPU FEB juga sudah menggandeng alumni yang mempunyai kapabilitas dibidang training dan konsultan dan akan mengadakan serangkaian pelatihan.

    Dengan ini, kami berharap SDM FEB menghasilkan karya nyata, sumbangan pemikiran dan kreatifitas, bisa mewarnai dinamika masyarakat ke arah yang lebih baik.

    FGD yang diikuti kalangan akademisi dari FEB itu berjalan interaktif dan komunikatif. Widi Andri, M.Si, memaparkan bahasan tentang Bisnis Konsultan, sedangkan Arif Wiranata tentang Penguatan Kelembagaan Pengembangan Web dan Media Sosial Lembaga Berorientasi Pasar. (Tetri)

  • Management Study Program Discuss Queuing Theory in Guest Lecture Operation Research

    Management Study Program Discuss Queuing Theory in Guest Lecture Operation Research

    Conducting the Visiting Professor series under the Kompetisi Kampus Merdeka Program (PKKM), Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, invited Prof. Daniel Chicksand from Birmingham Business School, UK. The event conducted virtually on Thursday, October 6th, 2022, discusses Queuing Theory in Operation Management Research.

    Through the Zoom Cloud Meeting platform, the agenda was attended by 80 participants and was led by Dr. Yong Dirgiatmo, a lecturer of the Management Study Program, as Moderator. In this agenda, Prof. Chicksand delivered material entitled ‘Operation Research, Capacity Management, and Queuing Theory’ for about 75 minutes, divided into two sessions.

    Starting the presentation, Prof. Chicksand explained the definition of capacity management, which involves business capacity, market demand, and forecast. Meanwhile, a business needs capacity management because of the need to align production capacity to market demand. Production capacity that is lower than market demand will lead to production delay and loss of sales opportunity, on the contrary, when production capacity is too big, it will lead to higher costs.

    “You can manage long-term market demand by storing products. For instance, when inventory (low capacity) is not aligned with market demand, such as the Covid-19 case leading to long queues at a hospital and empty products in a supermarket. Meanwhile, when product inventory exceeds market demand, there will be many unsold products, leftover, or, in a restaurant setting, empty table,” said Prof. Chicksand.

    Further, Prof. Chicksand explains about the techniques available to measure market demand fluctuation, alternative production planning, and mixed planning. Meanwhile, regarding queuing theory, Prof. Chicksand states that ‘queue’ does not always bear a negative connotation because the absence of queue signs an over-capacity. “Queuing theory is usually applied in staff downsizing, schedule planning, and inventory planning to improve customer service,” he explains in the guest lecture as the continuation of the Supply Chain Management Guest Lecture.

  • Guest Lecture Human Resource Management: Diversity and Gender Equality

    Guest Lecture Human Resource Management: Diversity and Gender Equality

    The Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, hosted another Guest Lecture as part of the Visiting Professor Series in Kompetisi Kampus Merdeka Program (PKKM) 2022, Thursday, October 6th, 2022. In this guest lecture series, the Study Program invited Associate Professor Clotilde Coron from Sorbonne Business School, France, to deliver material on Diversity and Gender Equality.

    MSP FEB UNS Guest Lecture
    Associate Profesor Clotilde Coron delivering lecture material

    Led by Dewanti Cahyaningsih SE, M.Rech., the guest lecture was attended by more than 230 participants through the Zoom Cloud Meeting platform. Starting the material dissemination, Assoc. Prof. Coron explains that the topic of diversity is starting to attract the industrial sectors’ attention. However, there are numerous different approaches to discussing diversity. “There are many different approaches in this topic discussion, this including the different significance of subjects and topics in each country, for instance, the USA with the black life’s matter (BLM) topic or France with sexual orientation. Therefore, it is important to consider your point of view on diversity and equality,” explains Prof. Coron.

    The current guest lecture with Prof. Coron will cover the definition of diversity and equality, gender equality, disability inclusion, and bias in human resource management, as well as methods available to reduce the bias. Regarding the definition of diversity, Prof. Coron invited students to choose the most appropriate words to describe diversity through the Wooclap platform.

    “Diversity in this matter refers to the condition of the workforce representing the natural condition of the population in a country. The idea of diversity aims to avoid discrimination because when a company does not discriminate against people, then the composition of the workforce in the company will represent the composition of the community,” said Prof. Coron.

    Material discussion continues with the difference between inclusion and equality, where inclusion is a crucial idea within diversity. Diversity with no inclusion will never lead to equality. “Because the objective of inclusion is to empower people through mutual respect and appreciation for personal condition as the inherent factor of diversity.”

  • Management Study Program Invites Prof. Daniel Chicksand in Supply Chain Management Guest Lecture

    Management Study Program Invites Prof. Daniel Chicksand in Supply Chain Management Guest Lecture

    Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, hosted a guest lecture visiting professor series as part of the Visiting Professor Kompetisi Kampus Merdeka Program (PKKM) 2022. In an event entitled Guest Lecture Operation Management “Supply Chain Management in 5.0 Industry,” hosted virtually through the Zoom Cloud Meeting on Wednesday, October 5th, 2022, the Study Program invited Prof. Daniel Chicksand from Birmingham Business School, UK, and Dewanti Cahyaningsih M.Rech., as event moderator.

    Invited speaker, Prof. Daniel Chicksand

    Through the event attended by more than 230 students and lecturer participants, Prof. Chicksand discusses the supply chain from a theoretical and professional point of view. “Supply chain does not suddenly appear, it needs design. A business needs to decide the design and how they will manage their supply chain,” he explains, starting the material dissemination.

    Further, Prof. Chicksand also explains the difference between operation management and supply chain management, where operation management is more focused on the transformation process, while supply chain management is more focused on input and output. In general, the lecture session was divided into two parts, the first part discussed supply chain network design and the second part about supply chain management. Supply chain network design is affected by two aspects, structure and network, and the supply chain network implemented. Meanwhile, for the supply chain sub-management, Prof. Chicksand explains several points about supplier selection, relationship with the supplier, and priority between the agile and lean supply chains.

    “Recently, we saw numerous news regarding supply chains, where management must face the black swan effect anytime, which is caused by military turmoil in a certain region that can affect the supply chain process, leading to potential delivery delay. Supply chain management becomes crucial because this aspect affects how we use supply constantly,” explains Prof. Chicksand.

    Following the material dissemination that lasted for around one hour, students were given the opportunity to deliver questions interactively with Prof. Chicksand. Some students show their enthusiasm through inquiries regarding outsourcing and other aspects related to the supply chain.

  • FEB and UNS Innovation Hub Hosted ‘Sales Ethics’ Expert Lecture

    FEB and UNS Innovation Hub Hosted ‘Sales Ethics’ Expert Lecture

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, in collaboration with the UNS Innovation Hub of the UNS Directorate of Innovation and Downstream, hosted an Expert Lecture’ Sales Ethics: Look beyond what you can see,’ Thursday, October 5th, 2022. Inviting Dr. Colin Mackenzie from the Edinburgh Napier University, UK, the event was conducted at Konimex Hall, 3rd Floor of Bakhtiar Effendi Building FEB UNS and virtually through Zoom Cloud Meeting, was opened with Indonesia Raya.

    In front of more than 130 participants, attending the event virtually and at Konimex Hall, Dr. Catur Sugiarto, as the Head of Start-ups and Incubation UNS Innovation Hub, delivered a welcoming remark and at the same time expressed his gratitude for Dr. Mackenzie’s visit to UNS. “Our gratitude goes to Dr. Collin for his willingness to visit UNS to share his knowledge, experience, and insights. FEB UNS has succeeded in hosting numerous interesting academic agendas at international and national levels, one of them being today’s guest lecture on Ethics in sales and B2B selling. We will learn a lot from Dr. Collin regarding the two topics, both in the global and Asia context. Once more, I would like to thank UNS Innovation Hub for the support and their hard work in organizing this event,” reveals Dr. Catur.

    Currently, FEB UNS has become part of the SEASAC (South-East Asian Sales Competition) collaboration, co-funded by ERASMUS+, which aims to strengthen universities’ capability in South East Asia region, to prepare for highly-skilled B2B sales professionals for the developing global market. This information was delivered by the Moderator of the event, Lintang Ayuninggar, before the material dissemination from Dr. Mackenzie. The SEASAC collaboration involves 12 universities in South East Asia and Europe.

    “This collaboration project becomes an excellent opportunity for students to obtain real experience, not only theoretical knowledge but also skills. This project provides the opportunity for students to apply those skills. Many students participating in the SEASAC competition admit that they learn something new about themselves,” said Dr. Collin Mackenzie, regarding his opinion on the SEASAC program.

    The material presented started with an introduction from Dr. Mackenzie using a format commonly known as elevator pitch’ or a short introduction to introduce someone in various situations or activities. This introduction format usually covers three aspects that are name, occupation or status, and value or skills that can be offered to the other parties. Dr. Mackenzie also invites attending students to try using elevator pitch to introduce themself. “The core of selling is interaction or conversation, and the most difficult part of interaction is the introduction. This is why it is crucial for you to prepare an elevator pitching because you never know when you will need it,” explains Dr. Mackenzie.

    Material dissemination went on with the definition of ethics, why ethics are important, problems surrounding ethics, and implementation of sales ethics in organizations. “Sales started with trust, without trust, there will be no sales.”

    The expert lecture goes interactively, where Dr. Mackenzie led the participants in a critical discussion. The current guest lecture was attended by students from multiple study programs from FEB UNS and FISIP UNS.

  • FEB dan UNS Innovation Hub Gelar Expert Lecture “Sales Ethics”

    FEB dan UNS Innovation Hub Gelar Expert Lecture “Sales Ethics”

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS)  dan  UNS Innovation Hub,  Direktorat Inovasi dan Hilirisasi UNS  menyelenggarakan Expert Lecture ‘Sales Ethics: Look beyond what you can see’ dengan pembicara Dr. Colin Mackenzie dari Edinburgh Napier, University, UK,  Rabu 5/10/2022 di Aula Konimex3 Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS dan virtual melalui Zoom Cloud Meeting

    Catur Sugiarto, Ph.D, Head of Start-ups and Incubation UNS Innovation Hub  dihadapan lebih dari 130 peserta baik secara daring maupun luring menyampaikan sambutan sekaligus berterima kasih atas kehadiran Dr. Collin secara langsung di UNS.

    “Terima kasih kepada Dr. Collin yang telah bersedia datang ke UNS untuk membagikan pengetahuan, pengalaman, dan wawasan. FEB UNS telah sukses menyelenggarakan berbagai agenda akademik di tingkat internasional dan salah satunya kuliah tamu pada siang hari ini di bidang ‘Ethics in sales and B2B selling’ (etika penjualan dan penjualan bisnis ke bisnis). Kita akan belajar dari Dr. Collin terkait dua topik tersebut dalam konteks global dan asia. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada UNS innovation hub atas dukungan dan kerja kerasnya dalam melaksanakan agenda ini,” ungkapnya.

    FEB saat ini juga menjadi bagian dari kolaborasi SEASAC (South-East Asian Sales Competition), co-funded by ERASMUS+, yang bertujuan untuk memperkuat kapabilitas universitas di Asia Tenggara untuk mempersiapkan B2B sales profesional yang berketerampilan tinggi untuk pasar internasional yang sedang berkembang.

    Informasi tersebut diungkapkan oleh moderator acara, Lintang Ayuninggar sebelum paparan materi oleh Dr. Collin. Kolaborasi SEASAC tersebut melibatkan 12 universitas di kawasan Asia Tenggara dan Eropa.

    “Proyek kerja sama ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman yang riil, tidak hanya pengetahuan tapi keterampilan. Proyek ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan keterampilan tersebut. Ada banyak mahasiswa yang berpartisipasi dalam kompetisi SEASAC menyatakan bahwa mereka belajar sesuatu hal baru tentang diri mereka,” ungkap Dr. Collin mengenai pendapatnya tentang SEASAC.

    Paparan materi dibuka dengan perkenalan dari Dr. Collin dengan format yang sering dikenal dengan ‘elevator pitch’ atau perkenalan singkat yang bisa digunakan untuk memperkenalkan diri dalam berbagai situasi maupun kegiatan. Perkenalan tersebut biasanya mencakup tiga aspek yaitu nama, pekerjaan atau status, dan nilai atau keterampilan yang dapat ditawarkan. Dr. Collin kemudian mengundang mahasiswa yang hadir untuk mencoba membuat elevator pitch dengan memperkenalkan diri.

    “Inti dari penjualan adalah interaksi atau percakapan, dan hal tersulit dalam interaksi adalah perkenalan. Inilah kenapa sangat penting bagi anda untuk mempersiapkan perkenalan (elevator pitching), karena anda tidak pernah tahu kapan anda akan membutuhkannya,” jelas Dr. Collin.

    Paparan materi berlanjut dengan materi terkait arti dari etika, mengapa etika penting, permasalahan terkait etika, serta penerapan etika penjualan dalam organisasi. “Penjualan itu berawal dari kepercayaan, tanpa kepercayaan tidak akan terjadi penjualan.”

    Acara expert lecture berlangsung dengan sangat interaktif, Dr. Collin sangat komunikatif,  akrab berbaur dengan peserta yang hadir. (Tetri & Aulia)

  • Prodi S1 Manajemen Bahas Queuing Theory Dalam Guest Lecture Operation Research

    Prodi S1 Manajemen Bahas Queuing Theory Dalam Guest Lecture Operation Research

    Dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Visiting Professor, Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), Program Study S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mengundang Prof. Daniel Chicksand dari Birmingham Business School, UK. Acara yang dilaksanakan secara virtual pada Kamis 6 Oktober 2022 tersebut mengangkat topik Queuing Theory dalam Riset Operasi.

    Melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, acara tersebut dihadiri oleh 80 peserta dan dipandu oleh Dr. Yong Dirgiatmo, dosen Prodi S1 Manajemen FEB.

    Dalam agenda kali ini, Prof. Chicksand menyampaikan materi bertajuk ‘Operation Research, Capacity Management and Queuing Theory (Riset Operasi, Manajemen Kapasitas dan Teori Antrian)’ selama 75 menit yang terbagi menjadi dua sesi.

    Prof. Chicksand saat paparan materi

    Mengawali paparan materi, Prof. Chicksand menjelaskan mengenai definisi dari manajemen kapasitas (capacity management),  proses manajemen tersebut secara langsung berhubungan dengan kapasitas (bisnis), permintaan pasar, dan perkiraan (forecast).

    Sementara itu, sebuah bisnis perlu menerapkan manajemen kapasitas karena perlu adanya keseimbangan antara kemampuan produksi dan permintaan pasar. Kapasitas (kemampuan produksi) yang lebih kecil dari permintaan pasar akan berimbas pada keterlambatan dan hilangnya peluang penjualan, sementara kapasitas yang terlalu besar akan menyebabkan biaya yang terlalu besar.

    “Anda dapat menyesuaikan permintaan pasar jangka panjang dengan menyimpan produk. Contohnya, ketika persediaan (kapasitas kecil) tidak sesuai dengan permintaan pasar, seperti yang terjadi pada saat pandemi Covid-19, kita menyaksikan adanya antrian panjang di rumah sakit dan kekosongan barang di supermarket. Sementara ketika persediaan melebihi permintaan, maka yang terjadi adalah banyaknya produk yang tidak terjual, barang sisa, maupun restoran yang kosong,” jelas Prof. Chicksand.

    Lebih lanjut, Prof. Chicksand menjelaskan teknik untuk mengukur fluktuasi permintaan pasar, alternatif perencanaan produksi, serta perencaan campuran. Sementara terkait teori antrian, Prof. Chicksand menyatakan bahwa ‘antrian’ tidak selalu berarti negatif, karena tidak adanya antrian menunjukkan adanya over-kapasitas.

    “Teori antrian biasanya digunakan untuk merampingkan staf yang dibutuhkan, perencanaan skedul, serta persediaan barang, guna meningkatkan layanan pelanggan,” jelasnya. (Tetri & Aulia)

  • Guest Lecture Human Resource Management: Diversity and Gender Equality

    Guest Lecture Human Resource Management: Diversity and Gender Equality

    Program Studi S-1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, kembali menggelar Guest Lecture dalam rangkaian kegiatan Visiting Professor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022, Kamis 6/10/2022.

    Di kuliah tamu kali ini, Associate Profesor Clotilde Coron dari Sorbonne Business School, Perancis menjadi narasumber dengan tajuk Diversity and Gender Equality (Keberagaman dan Kesetaraan Gender).

    Acara yang dimoderatori oleh Dewanti Cahyaningsih SE, M.Rech diikuti lebih dari 230 peserta hadir secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Membuka paparan materi, Assoc. Prof. Coron menjelaskan bahwa topik mengenai keberagaman mulai banyak menarik perhatian sektor industri. Meskipun begitu terdapat banyak pendekatan berbeda dalam diskusi keberagaman.

    Associate Profesor Clotilde Coron saat paparan materi

    “Terdapat pendekatan berbeda dalam pembahasan topik ini, termasuk juga perbedaan tingkat signifikansi subjek dan topik di tiap negara, contohnya di Amerika Serikat dengan topik BLM (black life’s matter) atau di Perancis dengan topik preferensi seksual. Sehingga penting untuk mengungkapkan sudut pandang Anda tentang keragaman dan kesetaraan,” ungkap Prof. Coron.

    Kuliah tamu Prof. Coron kali ini akan mencakup definisi dari keberagaman dan kesetaraan, kesetaraan gender, inklusi difabilitas, bias dalam manajemen SDM, serta metode yang dapat digunakan untuk melawan bias tersebut.

    Dalam pembahasan definisi keberagaman, Prof. Coron mengajak mahasiswa untuk memilih kata-kata yang dapat menggambarkan kata keberagaman (diversity) dengan menggunakan wooclap.

    “Keberagaman dalam hal ini merujuk pada keragaman tenaga kerja yang merepresentasikan kondisi di populasi negara. Gagasan tentang keberagaman ini intinya adalah untuk menghindari terjadinya diskriminasi, karena, ketika sebuah perusahaan tidak melakukan diskriminasi, maka komposisi pekerja yang ada di dalam perusahaan tentunya akan mencerminkan komposisi masyarakat,” jelas Prof. Coron.

    Pembahasan materi kemudian berlanjut dengan perbedaan antara inklusi dan kesetaraan. Inklusi adalah gagasan penting dalam keberagaman. Keberagaman tanpa inklusi tentunya tidak dapat mewujudkan kesetaraan.

    “Karena tujuan dari inklusi adalah untuk memberdayakan orang melalui rasa saling menghormati dan apresiasi atas kondisi yang menyebabkan adanya perbedaan.” ungkapnya. (Tetri & Aulia)

  • Prodi S-1 Manajemen Undang Prof. Daniel Chicksand dalam Kuliah Tamu Supply Chain Management

    Prodi S-1 Manajemen Undang Prof. Daniel Chicksand dalam Kuliah Tamu Supply Chain Management

    Program Studi S-1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kuliah tamu visiting profesor dalam rangkaian Kegiatan Visiting Profesor, Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022.

    Acara yang bertajuk Guest Lecture Operation Management “Supply Chain Management in 5.0 Industry” menghadirkan Prof. Daniel Chicksand dari Birmingham Business School, UK sebagai narasumber dan diadakan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting, Rabu 5/10/2022.

    Di hadapan lebih dari 230 peserta, terdiri atas mahasiswa dan dosen, Prof. Chicksand mengupas materi terkait rantai pasokan (suppy chain) dari sisi praktisi maupun teori (ground theory).

    Narasumber: Prof. Daniel Chicksand

    “Supply chain (rantai pasokan) tidak terjadi begitu saja, perlu adanya desain. Bisnis perlu memutuskan desain dan bagaimana mereka akan mengatur supply chain,” jelasnya membuka paparan materi.

    Prof. Chicksand juga menjelaskan perbedaan antara manajemen operasi dan manajemen rantai pasokan. Manajemen operasi lebih berfokus pada proses transformasi, sementara manajemen rantai pasokan berfokus pada input dan output.

    Garis besar paparan materi terbagi dua yaitu supply network design (desain jaringan pasokan) dan supply chain management (manajemen rantai pasokan). Desain jaringan pasokan dipengaruhi oleh dua aspek yaitu struktur dan jaringan dan cakupan dari jaringan rantai pasokan yang digunakan. Sementara untuk sub-manajemen rantai pasokan, Prof. Chicksand menjelaskan proses pemilihan pemasok, hubungan dengan pemasok, serta prioritas rantai pasokan agile vs lean (gesit vs ramping).

    Peserta Kuliah Tamu Visiting Profesor

    “Saat ini terdapat banyak berita permasalahan terkait rantai pasokan, manajemen harus menghadapi efek angsa hitam (black swan) setiap saat yang disebabkan oleh adanya daerah dengan kerusuhan yang dapat mengganggu proses rantai pasokan, menyebabkan potensi keterlambatan. Manajemen rantai pasokan menjadi penting karena hal tersebut mempengaruhi bagaimana kita menggunakan objek pasokan secara konstan,” jelas Prof. Chicksand.

    Setelah paparan materi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertanya langsung secara interaktif dengan Prof. Chicksand. Beberapa mahasiswa tampak antusias dalam menyampaikan pertanyaan. (Tetri & Aulia)