FEB

Blog

  • FEB UNS Terima Kunjungan Siswa SMA Islam Al Azhar 3 Jakarta

    FEB UNS Terima Kunjungan Siswa SMA Islam Al Azhar 3 Jakarta

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menerima kunjungan siswa kelas XII SMA Islam Al Azhar 3 Jakarta di Aula Gedung Suhardi, Kamis, 4 Desember 2025 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Kegiatan ini menjadi ruang berbagi wawasan bagi para siswa yang tengah mempersiapkan diri memasuki jenjang pendidikan tinggi.

    Dalam sambutannya, Pram Suryanadi, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa memilih menempuh pendidikan di Solo menjadi kesempatan berharga untuk mengenal lebih dekat budaya Jawa. Solo dan Yogyakarta telah lama menjadi pusat kebudayaan Jawa dan menjadi tempat bertemunya talenta dari berbagai wilayah di Indonesia. Keberagaman ini, menurutnya, menjadi fondasi penting bagi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan yang menjunjung nilai Bhinneka Tunggal Ika.

    Ia juga menegaskan komitmen UNS dalam menghadirkan pendidikan berkualitas. Saat ini UNS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional maupun global.

    Meskipun FEB UNS berdiri sejak tahun 1976 dan tergolong lebih muda dibandingkan universitas besar lainnya, Solo jauh sebelumnya telah menjadi pusat kegiatan intelektual. Kota ini dikenal sebagai ruang tumbuhnya berbagai gerakan pemikiran, salah satunya Sarekat Islam.

    Pram turut menggambarkan Solo sebagai kota yang ideal bagi mahasiswa, dengan biaya hidup terjangkau, suasana kondusif, iklim “slow living” yang tetap modern, serta akses mudah ke berbagai destinasi alam seperti Tawangmangu dan kawasan pantai Yogyakarta.

    “Kami mengajak Anda memanfaatkan kesempatan ini sebagai ruang belajar dan berbagi inspirasi,” ujarnya. Ia juga mengutip pepatah Jawa “Guru iku padang, murid iku laku”, mengingatkan pentingnya bimbingan guru sebagai penerang jalan dalam proses mencari ilmu dan meraih cita-cita.

    Sementara itu, Kepala SMA Islam Al Azhar 3 Jakarta, Syamsudin, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas sambutan FEB UNS. Ia menekankan bahwa kunjungan ini penting bagi siswa untuk mendapatkan gambaran lebih luas mengenai perguruan tinggi, tidak terbatas pada wilayah Jakarta dan sekitarnya.

     “Indonesia memiliki banyak kampus terbaik, dan salah satunya adalah UNS,” ujarnya.

    Syamsudin turut menyampaikan bahwa Prodi Manajemen dan Prodi Bisnis di FEB UNS merupakan program studi unggulan yang memiliki reputasi baik. Ia mendorong para siswa agar memiliki wawasan luas dan tekad kuat dalam meraih cita-cita. Dengan pengalaman panjang sejak 1976, FEB UNS diyakini mampu memberikan bimbingan terbaik, terlebih dengan pilihan program studi yang lengkap serta kelas internasional yang bekerja sama dengan berbagai institusi luar negeri.

    Acara dilanjutkan dengan pemaparan profil program studi oleh Adnan Effendi, S.E., M.Sc. mewakili Program Studi S1 Manajemen dan Muhammad Alif Nur Irvan, S.Ak., M.Acc., CPA mewakili Program Studi S1 Akuntansi.

    Kegiatan berlangsung interaktif, termasuk sesi game berhadiah yang menguji pemahaman siswa terkait paparan kelas internasional FEB UNS. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang aktif menjawab dan berdiskusi.

    Kunjungan ini diharapkan dapat membuka wawasan para siswa mengenai dunia akademik di perguruan tinggi sekaligus memperkuat motivasi mereka dalam menentukan langkah studi di masa depan. FEB UNS berharap kegiatan ini menjadi jembatan kolaborasi dan inspirasi bagi generasi muda yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia kampus.

    Kegiatan kunjungan ini selaras dengan SDG 4: Quality Education, khususnya dalam mendorong akses informasi pendidikan tinggi, memperluas wawasan akademik siswa, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

  • Tim Peneliti FEB UNS Bahas Peran FinTech dalam Respon Kebijakan Moneter dan Fiskal

    Tim Peneliti FEB UNS Bahas Peran FinTech dalam Respon Kebijakan Moneter dan Fiskal

    Tim Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) melaksanakan kegiatan kuliah umum bertema “FinTech dan Respon Kebijakan Moneter–Fiskal” sebagai bagian dari diseminasi hasil penelitian.

    Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 3 Desember 2025, di Aula Roedhiro, FEB Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), dan diikuti oleh lebih dari 70 peserta yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan serta dosen.

    Kuliah umum ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan financial technology (FinTech) yang semakin mendorong generasi muda untuk melakukan transaksi keuangan secara digital. Seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan FinTech dan beragamnya produk keuangan digital.

    Tim Peneliti FEB UNS menekankan pentingnya penguatan respon kebijakan moneter dan fiskal agar sejalan dengan dinamika sistem keuangan digital. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan pendanaan Hibah Penelitian Fundamental DIKTI Tahun 2025.

    Dalam sambutannya, Sekretaris Jurusan Ekonomi Pembangunan FEB UNSOED, Dr. Agus Arifin, menyampaikan apresiasi kepada Tim Peneliti FEB UNS atas terselenggaranya kuliah umum ini.

    Ia menyoroti bahwa tingkat literasi dan kajian akademik mahasiswa terkait FinTech masih relatif tertinggal dibandingkan dengan tingkat inklusi keuangan digital. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian masyarakat telah aktif menggunakan layanan keuangan digital tanpa diiringi pemahaman yang memadai.

    Pada sesi pemaparan materi, Arif Rahman Hakim menjelaskan bahwa saat ini tersedia beragam platform FinTech yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun masyarakat. Namun demikian, pengguna perlu lebih berhati-hati dalam memilih layanan dengan memastikan bahwa penyedia FinTech telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Ia juga memaparkan bahwa tingkat pengembalian pinjaman FinTech masih berada pada level yang relatif baik, yang mencerminkan kepatuhan nasabah dalam memenuhi kewajiban pembayaran. Selain itu, transaksi paylater dan penggunaan QRIS menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam sistem pembayaran digital.

    Lebih lanjut, Tim Peneliti FEB UNS menegaskan bahwa respon kebijakan moneter perlu diarahkan pada penyusunan kerangka kebijakan moneter berbasis pembayaran digital. Kerangka tersebut dapat berfungsi sebagai pedoman dalam pengendalian suku bunga dan inflasi, sekaligus menjamin tata kelola sistem pembayaran digital yang sistematis dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

    Sementara itu, dari sisi kebijakan fiskal, penguatan dapat dilakukan melalui pengembangan sistem penerimaan dan pengeluaran negara serta daerah berbasis digital, baik pada tingkat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga transaksi keuangan pemerintah semakin transparan dan akuntabel.

    Secara spesifik, Malik Cahyadin memaparkan hasil survei perilaku pengguna FinTech di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang dilaksanakan pada Juli hingga awal Agustus 2025. Di Provinsi DIY, survei melibatkan 351 responden pengguna FinTech yang didominasi oleh perempuan (61,54%), dengan tingkat pendidikan mayoritas SMA (50,71%) dan Sarjana (34,47%), beragama Islam (93,16%), serta berada pada rentang usia 30-an tahun. Sementara itu, di Provinsi Jawa Tengah, jumlah responden mencapai 585 orang, didominasi oleh perempuan (61,03%), mayoritas beragama Islam (83,42%), berpendidikan SMA (55,41%), dan berada pada rentang usia 18–22 tahun.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yang memengaruhi transaksi FinTech meliputi kemampuan adaptasi dan adopsi teknologi, persepsi manfaat FinTech terhadap pemenuhan kebutuhan pribadi dan usaha mikro, tingkat pengeluaran bulanan, serta kepercayaan pengguna.

    Berdasarkan temuan tersebut, Tim Peneliti FEB UNS merekomendasikan agar OJK terus mendorong peningkatan literasi keuangan digital masyarakat, sementara penyedia layanan FinTech perlu memperkuat tata kelola bisnis dan sistem keamanan data nasabah.

    Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan dan hasil penelitian ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan sistem keuangan yang inklusif, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam sektor keuangan.

  • Diseminasi Riset FinTech: Tim Peneliti FEB UNS Bahas Stabilitas Sistem Keuangan Nasional

    Diseminasi Riset FinTech: Tim Peneliti FEB UNS Bahas Stabilitas Sistem Keuangan Nasional

    Tim Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah umum bertema “FinTech dan Stabilitas Sistem Keuangan”, Jumat, 5 Desember 2025 di Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (UNNES).

    Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 75 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen, dan dilaksanakan secara paralel di Ruang 501 dan 506 Gedung FE UNNES.

    Kuliah umum ini menjadi bagian dari diseminasi hasil penelitian Tim Peneliti FEB UNS terkait perkembangan financial technology (FinTech) serta implikasinya terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

    Dalam pemaparannya, Ayya Agmulia Asmarani Islam menjelaskan bahwa perkembangan FinTech di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dengan beragam platform layanan keuangan digital. Meski demikian, kontribusi transaksi FinTech lending masih relatif kecil dibandingkan total transaksi kredit perbankan nasional.

    Lebih lanjut disampaikan bahwa keberadaan FinTech memberikan sejumlah manfaat bagi ekosistem stabilitas keuangan, antara lain peningkatan efisiensi dan transparansi transaksi keuangan digital, diversifikasi risiko transaksi, serta penguatan inklusi keuangan.

    Namun demikian, FinTech juga menghadapi tantangan berupa lemahnya sistem keamanan data terhadap serangan siber dan praktik tata kelola keuangan digital yang belum sepenuhnya kuat. Oleh karena itu, pengembangan FinTech perlu ditempatkan dalam kerangka besar stabilitas sistem keuangan nasional.

    Pada sesi berikutnya, Malik Cahyadin memaparkan hasil survei pengguna FinTech di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Survei ini dilaksanakan pada Juli hingga awal Agustus 2025 dengan dukungan pendanaan Hibah Penelitian Reguler DIKTI Tahun 2025.

    Responden penelitian terdiri atas karyawan dan pemilik usaha mikro yang menggunakan layanan paylater maupun peer-to-peer (P2P) lending, dengan jumlah responden masing-masing sebanyak 351 orang di DIY, 585 orang di Jawa Tengah, dan 738 orang di Jawa Timur.

    Hasil survei menunjukkan karakteristik responden yang beragam di tiap provinsi. Di Provinsi DIY, responden didominasi perempuan (61,54%), beragama Islam (93,16%), dengan tingkat pendidikan SMA dan Sarjana, serta rentang usia yang signifikan pada kelompok 30-an dan 50-an tahun. Responden di Jawa Tengah juga didominasi perempuan (61,03%), mayoritas berpendidikan SMA (54,61%), beragama Islam (83,42%), dan berada pada rentang usia 18–22 tahun. Sementara itu, responden di Jawa Timur didominasi perempuan (65,45%), dengan tingkat pendidikan lulusan SMP dan Sarjana, mayoritas beragama Islam (87,67%), serta rentang usia 18–27 tahun.

    Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor yang secara signifikan mendorong transaksi FinTech di ketiga provinsi tersebut meliputi kemampuan adaptasi dan adopsi teknologi, persepsi dampak positif transaksi keuangan digital bagi pengguna, serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan FinTech.

    Berdasarkan temuan tersebut, Tim Peneliti FEB UNS merekomendasikan agar otoritas keuangan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta penyedia layanan FinTech memperkuat tata kelola dan keamanan transaksi keuangan digital.

    Dari sisi kontribusi global, kegiatan dan hasil penelitian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan ekosistem keuangan inklusif, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan inovasi teknologi di sektor keuangan.

  • FEB UNS Establishes Partnership with BPJS Ketenagakerjaan Surakarta

    FEB UNS Establishes Partnership with BPJS Ketenagakerjaan Surakarta

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), officially established cooperation with BPJS Ketenagakerjaan Surakarta Branch Office through the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) on Wednesday, 3 December 2025. The event took place in the Dean Meeting Room, Soeharno TS Building, 2nd Floor, FEB UNS. The MoU was signed by the Dean of FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., and Teguh Wiyono, Head of the BPJS Ketenagakerjaan Surakarta Branch Office. Also attending the session were the Vice Dean for Academic and Research Affairs, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., and the Vice Dean for Student and Alumni Affairs, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D.

    FEB UNS collaboration with BPJS Ketenagakerjaan SurakartaThis MoU serves as the foundation for cooperation between FEB UNS as a higher education institution and BPJS Ketenagakerjaan as a public legal entity administering employment social security programs. The agreement stipulates that FEB students who participate in practical work, internships, professional activities, as well as student activities in the fields of sports, arts, and culture, are classified as Non-Wage Recipient Workers (Bukan Penerima Upah/BPU). Accordingly, students are entitled to employment social security protection in accordance with applicable regulations.

    The scope of cooperation includes socialization activities, participant registration, and facilitation of contribution payments for students. Through BPJS Ketenagakerjaan protection programs, including Work Accident Insurance (Jaminan Kecelakaan Kerja/JKK) and Death Benefit Insurance (Jaminan Kematian/JKM), this cooperation is expected to provide a sense of security for students when participating in various activities that involve potential risks.

    This cooperation represents an important step in ensuring that both academic and non-academic student activities continue to operate under improved safety standards. FEB UNS students now receive enhanced protection, particularly when directly engaged in practical activities and other field-based programs. Through this MoU, FEB UNS and BPJS Ketenagakerjaan agreed to provide mutual support in the implementation of employment social security programs in an effective, efficient, and coordinated manner, as stated in the objectives of the cooperation agreement.

    Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., emphasized the importance of dissemination for students to ensure their understanding of the benefits and procedures of BPJS Ketenagakerjaan participation prior to undertaking practical and field activities. “This is very important information for students. As it concerns their protection, we consider it necessary to disseminate this information promptly and will schedule the delivery in the near future,” he stated.

    Through this cooperation, FEB UNS hopes to improve protection and safety for students participating in academic and non-academic activities that involve work-related risks, while ensuring that all student activities are carried out under more reliable protection standards.

    This partnership supports SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) through improved work protection for students and SDG 17 (Partnerships for the Goals) through institutional collaboration between FEB UNS and BPJS Ketenagakerjaan.

  • FEB UNS Jalin Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Surakarta

    FEB UNS Jalin Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Surakarta

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Surakarta melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu, 3 Desember 2025. Acara berlangsung di Ruang Sidang Dekan, Gedung Soeharno TS Lantai 2 FEB UNS.

    Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., dan Teguh Wiyono, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta.

    Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D.

    MoU ini menjadi dasar kerja sama antara FEB UNS sebagai institusi pendidikan tinggi dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai badan hukum publik penyelenggara program jaminan sosial ketenagakerjaan.

    Dalam dokumen perjanjian, disepakati bahwa mahasiswa FEB yang menjalankan kerja praktik, magang, profesi, serta kegiatan mahasiswa di bidang olahraga, seni, dan budaya, termasuk dalam kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). Dengan demikian, mahasiswa berhak memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Ruang lingkup kerja sama mencakup sosialisasi, pendaftaran kepesertaan, hingga fasilitasi pembayaran iuran bagi mahasiswa. Melalui perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). kerja sama ini diharapkan dapat memberikan rasa aman ketika mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan yang memiliki potensi risiko.

    Kerja sama ini merupakan langkah penting untuk memastikan kegiatan akademik maupun non-akademik mahasiswa tetap berjalan dengan standar keamanan yang lebih baik. Mahasiswa FEB UNS kini memiliki dukungan perlindungan yang semakin kuat, terutama ketika terjun langsung dalam aktivitas praktik dan kegiatan lapangan lainnya.

    Melalui MoU ini, FEB UNS dan BPJS Ketenagakerjaan sepakat untuk saling mendukung dalam penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan secara efektif, efisien, dan terkoordinasi, sebagaimana tercantum dalam maksud dan tujuan perjanjian kerja sama.

    Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., menekankan pentingnya sosialisasi kepada mahasiswa agar mereka memahami manfaat dan prosedur kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebelum menjalani berbagai aktivitas praktik dan kegiatan lapangan.

    “Ini adalah informasi yang sangat penting bagi mahasiswa. Karena menyangkut perlindungan mereka, kami merasa perlu untuk segera mensosialisasikannya dan akan mengagendakan penyampaian informasinya dalam waktu dekat,” ujarnya.

    Dengan adanya kerja sama ini, FEB UNS berharap dapat memperkuat perlindungan dan keamanan bagi mahasiswa ketika mengikuti kegiatan akademik maupun non-akademik yang memiliki risiko kerja, serta memastikan seluruh kegiatan mahasiswa terlaksana dengan standar perlindungan yang lebih baik.

    Kemitraan ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan perlindungan kerja bagi mahasiswa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kerja sama institusional antara FEB UNS dan BPJS Ketenagakerjaan.

  • HMJA Goes to School 2025: Introducing the Accounting Study Program FEB UNS

    HMJA Goes to School 2025: Introducing the Accounting Study Program FEB UNS

    The Student Association for Accounting Study Program (HMJA), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), successfully implemented the inaugural HMJA Goes to School (HGTS) 2025 program on Monday, 24 November 2025. This new initiative of the Public Relations Department of the HMJA FEB UNS serves as a form of student contribution in introducing the Accounting Study Program of FEB UNS to Grade 12 senior high school students who are preparing to determine their future academic pathways toward higher education.

    HMJA FEB UNS Goes to School 2025The 2025 HGTS program marked HMJA’s first visit to SMA Regina Pacis Surakarta (Ursulin) as an initial step in expanding outreach and academic socialization of the Accounting Study Program to senior high schools. HGTS was designed to provide a comprehensive overview of academic life in the Accounting Study Program at FEB UNS, covering both the regular and international classes, including curriculum structure, learning experiences, student achievements, and graduate career prospects.

    The event was opened by the masters of ceremony, Abdul Kayyis Abrar and Dewi Asiyah, followed with a video profile of Accounting Study Program FEB UNS showcasing learning facilities, the academic environment, and various student accomplishments.CEO of HMJA FEB UNS at HGTS 2025

    The main session was delivered by Muhammad Haidar Ashif and Loris Oktaviano, who explained the academic content studied in Accounting Study Program, differences between the regular and international classes, language of instruction, academic opportunities, and graduate career prospects. Both speakers also highlighted student achievements and the professional career opportunity of Accounting FEB UNS alumni who are currently employed in major companies.

    The question-and-answer session proceeded actively, with strong enthusiasm from the students. The organizing committee provided rewards to participants who actively asked questions as a form of appreciation. The atmosphere became increasingly lively through a fun game session titled “Bawakan Aku (Bring to me),” which generated laughter and engagement among participants. Winners of the game received attractive prizes from the committee.HGTS 2025

    The activity concluded with a photo session involving the HMJA committee and students of SMA Regina Pacis. HMJA FEB UNS expressed appreciation for the warm reception and positive collaboration from the school. This program is expected to serve as a sustainable initial step in introducing the Accounting Study Program of FEB UNS and in supporting students to make well-informed and confident academic decisions.

    As a form of student contribution to education and career literacy, the HGTS program aligns with FEB UNS’s commitment to supporting SDG 4 (Quality Education) and SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).

  • UNS Researchers Enhance Geographical Indication Protection for Lemukih Robusta Coffee

    UNS Researchers Enhance Geographical Indication Protection for Lemukih Robusta Coffee

    Collaborative effort to improve legal protection and the economic value of regional flagship products continue through the Applied Research with Prototype Output – Kemdiktisaintek 2025 entitled “A Regulatory Model for Regional Flagship Products Based on Sustainable Tourism.” This study represents a cross-disciplinary collaboration between Sarjiyanto, S.E., MBA., Ph.D., from the Faculty of Economics and Business (FEB) and Dr. Abdul Qodir Jaelani, SH., MH., from the Faculty of Law, Universitas Sebelas Maret (UNS).

    According to the Directorate General of Intellectual Property (DJKI) of the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia, a Geographical Indication (GI) is a sign indicating the area of origin of a product that possesses a certain reputation, quality, or characteristics attributable to geographical environmental factors, including natural factors, human factors, or a combination of both. A GI may take the form of a place name, word, image, letter, or a combination of these elements attached to a product.

    Research Team, DJKI Geographical Indication Expert Team, Regional Officials, and Village Stakeholders explaining the verification stages to the Lemukih Robusta Coffee GI Protection Community (MPIG), Buleleng

    This research is driven by the need to enhance regional economic development through the protection of communal intellectual property, enabling regional flagship products to achieve stronger reputations and higher economic value. In 2025, the two UNS researchers completed a mentoring process for Robusta coffee farmer groups in Lemukih Village, Sawan Sub-district, Buleleng Municipality, Bali, to obtain GI recognition from the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia.

    The assistance was conducted comprehensively, covering institutional development through the establishment of the Lemukih Buleleng Robusta Coffee Geographical Indication Protection Community (MPIG); mentoring in business management from production processes to marketing; preparation of the Geographical Indication Description Document outlining the product’s reputation, quality, and characteristics as a prerequisite for GI submission; and field verification by DJKI.

    Identity Board of the Lemukih Coffee Geographical Indication Protection Community

    From 24–27 November 2025, the DJKI Geographical Indication Expert Team led by Gunawan, S.Si., carried out field verification. This activity was supported by both UNS research team members, Sarjiyanto, Ph.D., and Dr. Abdul Qodir Jaelani. The verification process also involved various regional stakeholders, including the Head of the Buleleng Municipality Agriculture Office, Gd. Melandrat; the Head of the Buleleng Municipality Tourism Office, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, S.Sos., M.Si.; the Village Head of Lemukih, Drs. I Nyoman Singgih; and the leaders and members of Subak Gunung Sari and Subak Manik Galih.

    Through this series of processes, Lemukih Robusta Coffee is now approaching official recognition as a Geographical Indication product. This recognition is expected to create broader opportunities for improving farmers’ welfare, supporting village-level economic development, and promoting local potential managed in a sustainable manner.

    Lemukih Robusta Coffee as a Regional Flagship Product that requires protection and optimization of its economic value as a foundation for regional economic development

    Sarjiyanto, Ph.D., as a member of the research team and Advisor to the Lemukih Coffee MPIG, stated that the involvement of FEB UNS lecturers reflects the university’s commitment to providing direct community assistance.

    The involvement of undergraduate lecturers from the Development Economics Study Program, FEB UNS, in assisting the Lemukih Village community represents one of the commitments of the FEB UNS academic community in supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 1 (No Poverty), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), and SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions).

  • HMJA Goes To School 2025: Kenal Lebih Dekat dengan Prodi S1 Akuntansi

    HMJA Goes To School 2025: Kenal Lebih Dekat dengan Prodi S1 Akuntansi

    Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) FEB UNS sukses melaksanakan program perdana HMJA Goes To School (HGTS) 2025, Senin, 24 November 2025.

    Program kerja baru dari Departemen Public Relation ini hadir sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkenalkan Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS kepada siswa-siswi SMA kelas 12 yang tengah mempersiapkan pilihan masa depan mereka menuju perguruan tinggi.

    Kegiatan HGTS tahun ini menandai kunjungan pertama HMJA ke SMA Regina Pacis Surakarta (Ursulin) sebagai langkah awal dalam memperluas jangkauan sosialisasi Prodi Akuntansi ke berbagai sekolah menengah atas.

    HGTS dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai dunia perkuliahan di Akuntansi FEB UNS, baik kelas reguler maupun kelas internasional, meliputi kurikulum, pengalaman belajar, prestasi mahasiswa, hingga prospek karier lulusan.

    Acara dibuka oleh MC, Abdul Kayyis Abrar dan Dewi Asiyah, disusul pemutaran video profil Akuntansi FEB UNS yang menampilkan fasilitas belajar, suasana akademik, dan berbagai pencapaian mahasiswa.

    Materi utama kemudian disampaikan oleh Muhammad Haidar Ashif dan Loris Oktaviano, yang memaparkan apa saja yang dipelajari di Akuntansi, perbedaan kelas reguler dan kelas internasional, penggunaan bahasa pengantar, peluang akademik, serta prospek karier lulusan.

    Pemateri juga menyoroti prestasi mahasiswa dan jejak alumni Akuntansi FEB UNS yang telah bekerja di perusahaan besar.

    Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Panitia memberikan hadiah bagi peserta yang aktif bertanya sebagai bentuk apresiasi. Suasana kemudian dibuat semakin meriah melalui fun game “Bawakan Aku”, yang mengundang tawa dan semangat para peserta. Pemenang games mendapatkan hadiah menarik dari panitia.

    Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara panitia HMJA dan siswa-siswi SMA Regina Pacis. HMJA FEB UNS menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat dan kerja sama yang baik dari pihak sekolah.

    Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkenalkan Program Studi Akuntansi FEB UNS serta membantu siswa mengambil keputusan akademik secara tepat dan penuh keyakinan.

    Sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam pendidikan dan literasi karier, kegiatan HGTS selaras dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung SDG 4 (Quality Education) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).

  • Peneliti UNS Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis bagi Kopi Robusta Lemukih

    Peneliti UNS Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis bagi Kopi Robusta Lemukih

    Upaya memperkuat perlindungan hukum dan nilai ekonomi produk unggulan daerah kembali diperkuat melalui Penelitian Terapan Luaran Prototipe – Kemdiktisaintek 2025 berjudul “Model Pengaturan Produk Unggulan Daerah Berbasis Sustainable Tourism.”

    Penelitian ini merupakan kolaborasi lintas disiplin antara Sarjiyanto, S.E., MBA., Ph.D. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Dr. Abdul Qodir Jaelani, SH., MH. dari Fakultas Hukum  Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Menurut Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI, Indikasi Geografis (IG) adalah tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang atau produk yang memiliki reputasi, kualitas, atau karakteristik tertentu karena faktor lingkungan geografis, baik faktor alam, manusia, maupun kombinasi keduanya. IG dapat berupa nama tempat, kata, gambar, huruf, atau kombinasi unsur tersebut yang dilekatkan pada produk.

    Tim Peneliti, Tim Ahli IG DJKI, Pejabat Deerah dan Pemangku Desa sedang memberikan penjelasan tahapan verifikasi kepada MPIG Kopi Robusta Lemukih Buleleng

    Penelitian ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk memperkuat ekonomi kewilayahan melalui perlindungan kekayaan intelektual komunal, sehingga produk unggulan daerah memiliki reputasi yang lebih kuat serta nilai ekonomi yang meningkat.

    Pada tahun ini, kedua peneliti UNS telah menyelesaikan proses pendampingan bagi kelompok petani Kopi Robusta di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali untuk memperoleh pengakuan IG dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

    Pendampingan dilakukan secara komprehensif, meliputi penguatan kelembagaan melalui pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Lemukih Buleleng pendampingan pengelolaan usaha, dari proses produksi hingga pemasaran; Penyusunan Dokumen Deskripsi Indikasi Geografis, yang memuat reputasi, kualitas, dan karakteristik produk sebagai syarat pengajuan IG; Verifikasi Lapangan oleh DJKI

    Pada 24–27 November 2025, Tim Ahli Indikasi Geografis DJKI yang dipimpin Gunawan, S.Si. melakukan verifikasi lapangan. Kegiatan ini turut didukung oleh kedua tim peneliti UNS, Sarjiyanto, Ph.D. dan Dr. Abdul Qodir Jaelani.

    Papan Identitas Kelompok Masyarakat Perlindungan IG Kopi Lemukih

    Proses verifikasi juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah, antara lain Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Gd. Melandrat; Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, S.Sos., M.Si.; Perbekel Lemukih, Drs. I Nyoman Singgih; Kelian Subak Gunung Sari dan Subak Manik Galih beserta para krama

    Melalui rangkaian proses ini, Kopi Robusta Lemukih kini semakin dekat memperoleh status resmi sebagai produk ber-Indikasi Geografis. Pengakuan ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan petani, penguatan ekonomi desa, serta promosi potensi lokal yang dikelola secara berkelanjutan.

    Sarjiyanto, Ph.D., sebagai anggota tim peneliti dan Pembina MPIG Kopi Lemukih, menyampaikan bahwa keterlibatan dosen FEB UNS merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat secara langsung.

    Kopi Robusta Lemukih sebagai Produk Unggulan Daerah yang perlu di lindungi dan dioptimalkan nilai ekonominya sebagai modal Pembanguan Ekonomi Kewilayahaan

    Keterlibatan dosen S1 Ekonomi Pembangunan FEB-UNS dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat Desa Lemukih ini merupakah salah satu komitmen Civitas Akademik FEB-UNS dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya; SDG 1 – No Poverty (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 – Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), SDG 11 – Sustainable Cities and Communities (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan), SDG 12 – Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh).

  • ACTIVE 2025: A Platform for Collaboration and Competition to Strengthen Youth Competitiveness

    ACTIVE 2025: A Platform for Collaboration and Competition to Strengthen Youth Competitiveness

    Accounting Study Program Student Association of the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), organized the Accounting Society in Versatility (ACTIVE) 2025, a national-scale program carrying the theme “Youth Empowered in United for Economics Transformation.” This program featured five main agendas: the National Talkshow, Business Plan Competition (BPC), Accounting Competition for College Students (ACCESS), Field Trip, and Indonesian Cultural Gathering Night (ICGN).

    The agenda was held in two stages: the National Talkshow on 12 October 2025 at the UNS Inn Ballroom, followed by BPC, ACCESS, and ICGN on 26–27 October 2025 at FEB UNS. Delegates also joined a Field Trip to Kampung Batik Laweyan and the Museum of the Press Monument to explore the cultural and historical heritage of Surakarta.

    As a national event, ACTIVE 2025 attracted participants from various universities across Indonesia. It served as a platform for capacity building, networking, and competition, bringing together highly competitive young talents. The initiative aims to encourage students to think creatively and take concrete actions in responding to economic transformation toward Indonesia Emas 2045.

    ACTIVE 2025 UNSThe National Talkshow carried the theme “Lead the Leap: Bridging Ambition and Action for an Impactful Future,” featuring three speakers: Shafa Salsabila, Malaikha Dayanara, and Budi Santoso, S.E., Ak.

    Two major competitions were also held, namely the BPC—consisting of three selection stages: BMC, proposal, and pitching deck—and ACCESS, which included preliminary and final rounds. The series concluded with ICGN, an appreciation night celebrating Indonesian cultural diversity.

    ACTIVE 2025 supports the Sustainable Development Goals, particularly SDG 4 (Quality Education) and SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), through capacity enhancement, creativity development, and competency strengthening in economics and entrepreneurship.