Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menghadirkan suasana interaktif dan inspiratif melalui kegiatan International Students Sharing Session pada Kamis, 20 November 2025 di Aula Konimex FEB UNS.
Kegiatan ini menghadirkan tiga mahasiswa internasional dari berbagai negara yang sedang menempuh studi di FEB UNS, Mabengba David Aja Kofi (Ghana), Sylivia Aulila Lugereka (Tanzania), dan Tazegul Nyyasmammedova (Turkmenistan) yang berbagi pengalaman tentang tantangan dan strategi bertahan sebagai mahasiswa.
Dalam sambutannya, Mulyadi, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D., Dosen FEB UNS, menekankan pentingnya kesempatan ini sebagai sarana belajar lintas budaya. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus memanfaatkan momentum ini untuk melatih kemampuan bahasa Inggris secara langsung.
“Saya berharap partisipasi aktif mahasiswa. Dorong diri kalian semaksimal mungkin agar kemampuan berbahasa Inggris meningkat melalui percakapan dengan mahasiswa internasional,” jelas Dr. Mulyadi.

Dr. Mulyadi juga menambahkan bahwa interaksi seperti ini dapat membuka wawasan mahasiswa yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri.
Dalam sesinya, Kofi memberikan motivasi kuat kepada peserta untuk tidak takut melakukan kesalahan saat menggunakan bahasa Inggris. Menurutnya, komunikasilah yang utama.
“Jangan takut salah. Kita bukan penutur asli, jadi tidak perlu memakai standar profesional. Yang penting lawan bicara memahami maksud kita,” tuturnya.

Kofi mengingatkan bahwa ketakutan terhadap kesalahan justru menjadi penghalang terbesar dalam kemampuan berbahasa.
Sementara itu, Sylivia menekankan pentingnya interest terhadap negara yang akan dikunjungi. Ketertarikan tersebut, katanya, akan membuat seseorang lebih siap menghadapi kehidupan di negara baru.
“Walau banyak orang bisa bahasa Inggris, tetap ada situasi seperti di pasar tradisional di mana kita perlu memahami bahasa lokal,” jelasnya sambil memberi contoh pengalaman di Indonesia.
Selain itu, Sylivia membagikan tips pengelolaan keuangan bagi mahasiswa asing. Ia menyarankan membandingkan harga dengan mata uang negara asal sebagai strategi penghematan yang efektif.
Tazegul membagikan pengalaman personalnya ketika mengikuti training center bahasa Inggris. Di tempat tersebut, seluruh peserta didorong untuk terus berkomunikasi dalam bahasa Inggris meskipun belum sempurna.

“Karena terbiasa berbicara bahasa Inggris setiap hari, kemampuan saya berkembang pesat, lingkungan sangat berpengaruh,” ungkapnya.
Kegiatan sharing ini tidak hanya membahas persoalan bahasa, tetapi juga mengupas strategi bertahan hidup, mengatasi homesickness, manajemen keuangan, hingga cara membangun jejaring global sebelum lulus. Melalui interaksi langsung, mahasiswa FEB UNS mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang kehidupan sebagai pelajar internasional.
Kegiatan International Students Sharing Session selaras dengan tujuan SDG 4: Quality Education dan SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui pertukaran pengalaman dan dialog lintas budaya, kegiatan ini memperkuat kualitas pembelajaran global dan membangun kemitraan internasional di lingkungan kampus.


She pointed out the need for multidisciplinary approaches, including product design, consumer behavior analysis, and digital marketing strategies, to ensure that tenants remain competitive. For her, the success of an incubator depends not only on physical facilities but also on strong mentoring networks, market access, and the integration of research outcomes with industry needs.






“Meanwhile, for editors, there are three aspects they will consider: similarity, scope alignment, and novelty. Novelty is subjective and concerns new contributions. Its assessment depends on the editor of the journal,” explained Assoc. Prof. Fakarudin.

During his presentation, Heri delivers material titled “The Happiness Trap: Finding Peace Amid Pressure.” He explains that many individuals unconsciously fall into the expectation of being constantly happy, a condition that often intensifies dissatisfaction and anxiety. He emphasizes that genuine happiness does not arise from avoiding difficulties, but from the ability to find meaning in every stage of life.
Participants demonstrate strong enthusiasm throughout the program. Many actively engage in discussions, share experiences regarding workplace pressures, and practice emotional management techniques introduced by the speaker. Additionally, the roleplay and Feeling Game sessions also generate high participation, reflected through group interactions, communication practice, and simulated work scenarios. Positive responses emerge as participants encounter practical concepts applicable to daily routines, including strategies for managing energy, strengthening positive mindsets, and addressing minor conflicts in the work environment.
The training provides Academic Support Staff not only with new knowledge but also with opportunities to build stronger working relationships and enhance well-being in fulfilling daily responsibilities. This initiative aligns with FEB UNS’s commitment to supporting the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 4 (Quality Education), and SDG 8 (Decent Work and Economic Growth). Through this program, FEB UNS continues to promote a healthy, productive, and sustainable work environment.
