FEB

Blog

  • FEB UNS and FEB Universitas Jember Establish Strategic Collaboration to Strengthen the Higher Education Tri Dharma Activities

    FEB UNS and FEB Universitas Jember Establish Strategic Collaboration to Strengthen the Higher Education Tri Dharma Activities

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), welcomed an official visit from the Faculty of Economics and Business, Universitas Jember (UNEJ), for a discussion and the signing of a Cooperation Agreement (PKS) on Monday, 27 October 2025. The event took place in the Dean Office Meeting Room and was attended by the Dean of FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, and the Dean of FEB UNEJ, Prof. Istifada, along with the Head of the Management Study Program, Dr. Sinto Sunaryo, and the Head of the Accounting Study Program, Prof. Doddy Setiawan.

    The signing of the agreement marks an important step for both faculties in strengthening collaboration in the implementation of the Higher Education Tri Dharma activities. At UNS, the cooperation focuses on academic collaboration, joint research activities, and Community Engagement initiatives.

    Prof. Bhimo states that FEB UNS and FEB UNEJ has been establishing academic collaboration for a considerable time, although previously conducted informally through external examinations and seminar invitations. Through this agreement, all activities will be formally documented in accordance with the UNS Rector’s new policy emphasizing the importance of maintaining an institutional record of collaborative activities between UNS faculty members and external partners.

    In earlier years, both faculties also engaged in student exchange under the MBKM program when learning activities were still conducted virtually. Given the current context, future collaboration will place greater emphasis on joint research and Community Engagement activities, which are considered more relevant and sustainable.

    According to Prof. Bhimo, FEB UNEJ’s possesses particular academic strengths that can enrich the collaboration. FEB UNEJ is known for its expertise in plantation economics, a specialization that is not available at FEB UNS and serves as a distinguishing feature in UNEJ’s academic and research profile. “Based on my experience working with them, FEB UNEJ has a distinctive focus on plantation economics. This complements our academic development and opens opportunities for more specific collaborative research topics,” he explained.

    UNEJ currently holds the status of a Public Service Agency (BLU) university and is in the process of transitioning toward a Legal Entity State University (PTN-BH). During the meeting, the UNEJ delegation expressed interest in learning from UNS’s experience in organizational management, institutional governance, and the transformation process toward becoming a legal entity university.

    During the discussion, Prof. Bhimo also proposed new research ideas. Particularly, he noted the issues related to salt farmer economics, which present promising opportunities for future collaborative research. Both faculties agreed that a structured partnership will contribute significantly to enhancing academic quality, research development, and societal contributions.

    This collaboration also aligns with the commitment of both institutions to advancing quality education and sustainable development, in accordance with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly those related to Quality Education (SDG 4), Partnerships for the Goals (SDG 17), and institutional capacity development.

  • FEB UNS Terima Kunjungan FEB Universitas Cenderawasih Jayapura

    FEB UNS Terima Kunjungan FEB Universitas Cenderawasih Jayapura

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan studi banding dari FEB Universitas Cenderawasih (UNCEN) Jayapura.

    Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang I Gedung Soeharno TS, 6 November 2025 ini disambut langsung oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. dan jajaran pimpinan yang lain serta staf.

    Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama dalam pengembangan akademik, kemahasiswaan, dan tata kelola fakultas. Acara diawali dengan pemaparan profil program studi FEB UNS, dilanjutkan diskusi terbuka yang dipandu jajaran pimpinan fakultas.

    Dalam sambutannya, Prof. Bhimo menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga. Ia menyampaikan bahwa setiap fakultas memiliki kekhasan riset yang dapat saling melengkapi.

    Kami sangat terbuka untuk berdiskusi dan bekerja sama. Tanpa kolaborasi, perkembangan akan sulit dicapai. Silaturahmi dan kerja sama sangat dibutuhkan, apalagi banyak topik riset di wilayah timur yang unik dan tidak kami temui di sini ujarnya.

    Sementara itu, Dr. Agustinus Numberi, S.E., M.M., Wakil Dekan I FEB Universitas Cenderawasih, menyampaikan bahwa pihaknya datang untuk mempelajari praktik akademik, kemahasiswaan, hingga layanan keuangan di FEB UNS.

    Kami juga sedang membangun zona integritas, sehingga ingin belajar bagaimana UNS menerapkan pelayanan satu pintu dan pengelolaan administrasi yang efektif. Selain itu, kami melihat banyak peluang kolaborasi penelitian, terutama yang terkait budaya dan pengembangan SDM terangnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa FEB UNCEN memiliki tiga jurusan dengan delapan program studi, mencakup jenjang S1, S2, dan S3, yang saat ini seluruhnya berakreditasi “Baik Sekali”, serta tengah mempersiapkan akreditasi lanjutan untuk beberapa program studi.

    Diskusi berlangsung hangat dan membuka peluang kerja sama lebih luas antara kedua fakultas, baik dalam pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kapasitas institusi.

    Pertemuan ini juga berkontribusi pada upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait pendidikan berkualitas dan kemitraan dalam pembangunan.

  • FEB UNS Kolaborasi dengan Brida Jateng Lakukan Riset Program Makan Bergizi Gratis di Tiga Wilayah Jawa Tengah

    FEB UNS Kolaborasi dengan Brida Jateng Lakukan Riset Program Makan Bergizi Gratis di Tiga Wilayah Jawa Tengah

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam penelitian kebijakan publik melalui kolaborasinya dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jawa Tengah.

    Kerja sama ini menghasilkan riset mendalam terkait implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah program strategis yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendukung pendidikan, mengurangi beban ekonomi keluarga, dan memperkuat pemanfaatan pangan lokal.

    Tim peneliti FEB UNS dipimpin oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si, bersama Dewi Ismoyowati, S.E., M.Ec.Dev, Dr. Nurul Istiqomah, S.E., M.Si, serta beberapa mahasiswa.

    Dalam penelitian ini, tiga wilayah dipilih sebagai sampel, yaitu Kabupaten Demak, Kabupaten Wonosobo, dan Kota Pekalongan.

    Melalui pendekatan akademik yang komprehensif, FEB UNS mengkaji bagaimana program MBG berjalan di lapangan, khususnya terkait ketersediaan bahan pangan lokal dan dinamika pemenuhan kebutuhan gizi sasaran.

    Temuan FEB UNS mengungkap bahwa pelibatan produsen lokal dalam penyediaan pangan untuk program MBG masih belum optimal, sehingga perlu didorong melalui perbaikan efisiensi distribusi bahan pangan dan penguatan kemitraan antara pemerintah daerah, penyedia pangan, dan pemangku kepentingan terkait.

    Selain itu, rekomendasi penelitian juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung, pembinaan stakeholder, pengelolaan limbah organik dan anorganik, serta edukasi gizi dan kesehatan, sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

    Riset ini memperlihatkan kondisi pelaksanaan MBG di Jawa Tengah yang terus berkembang. Hingga Oktober 2025, telah terbentuk 1.596 Satuan Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG), atau 49,4 persen dari total kabupaten/kota. Data tersebut menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat strategi pelaksanaan MBG, terutama dalam meningkatkan kemandirian daerah dalam pemenuhan pangan bergizi.

    Melalui keikutsertaan dalam riset ini, FEB UNS menegaskan peran aktifnya sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyusunan kebijakan berbasis data. Kontribusi ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan mengenai pengentasan kelaparan, peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, serta penguatan kemitraan dalam pembangunan.

     

  • FEB UNS Perluas Jejaring Riset: Hadirkan Akademisi Malaysia

    FEB UNS Perluas Jejaring Riset: Hadirkan Akademisi Malaysia

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret UNS) menghadirkan empat akademisi dari universitas terkemuka di Malaysia dalam rangka memperkuat kolaborasi penelitian dan pengembangan jejaring internasional, Jumat 31 Oktober 2025.

    Para akademisi Malaysia tersebut yakni Prof. Law Siong Hook (School of Business and Economics, Universiti Putra Malaysia), Prof. Mohamad Fazli Sabri (Fakulti Teknologi Manusia, Universiti Putra Malaysia), Dr. Fakarudin Bin Kamarudin (School of Business and Economics, Universiti Putra Malaysia) dan Dr. Nazratul Aina binti Mohd Anwar (Universiti Sains Islam Malaysia).

    Kehadiran akademisi Malaysia disambut baik oleh Dekan FEB UNS Prof. Bhimo Rizky Samudro, Wakil Dekan Nonakademik, Sutaryo, Ph.D, Putra Pamungkas, Ph.D. Kepala PUI Center for Fintech and Banking, Arum Setyowati, Ph.D., serta Linggar Ikhsan Nugroho, M.Ec.Dev.

    Kepada feb.uns.ac.id, Prof. Bhimo menjelaskan bahwa hubungan FEB UNS dengan para akademisi Malaysia sebenarnya telah terjalin cukup lama, baik melalui kegiatan riset bersama, pendampingan mahasiswa, hingga interaksi personal antar dosen.

    “Beberapa kolega dari Malaysia ini sudah lama berkolaborasi dengan kami, terutama melalui PUI Fintech. Bahkan beberapa di antaranya menjadi pembimbing mahasiswa S2 dan S3. Pertemuan kemarin lebih untuk memperkuat jejaring yang sudah ada dan mendorongnya agar semakin terlembagakan,” ujar Prof. Bhimo.

    Ia menambahkan bahwa Universiti Putra Malaysia (UPM)  telah terakreditasi AACSB di bidang bisnis. UPM menjadi universitas pertama di Malaysia yang mendapatkan akreditasi ini untuk Fakulti Ekonomi dan Pengurusan (sekarang menjadi Putra Business School), dan hal ini menjadi momentum penting bagi FEB UNS yang sedang mengajukan Eligibility Application sebagai langkah awal menuju akreditasi internasional tersebut.

    Dalam proses persiapan AACSB, FEB UNS membutuhkan mitra internasional yang dapat memberikan masukan, pendampingan informal, dan review dokumen. Kehadiran akademisi UPM yang telah berulang kali berinteraksi dengan FEB UNS membuka peluang tersebut.

    “Mereka sudah sering hadir, sudah terlibat riset bersama, secara informal kami mendapatkan masukan terhadap penyusunan dokumen AACSB hingga review proses yang sedang kami jalankan,” jelas Prof. Bhimo.

    Selain pertemuan resmi, para akademisi Malaysia juga menjadi pengisi kuliah umum dan workshop, yang mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa dan dosen. Diskusi intens terjadi khususnya di kelas S2 dan S3 ketika membahas metodologi riset.

    “Mahasiswa sangat antusias. Banyak diskusi muncul, dan itu membuka peluang kolaborasi riset baru. Kolega dari Malaysia sendiri juga membutuhkan publikasi kolaboratif, dan Indonesia menjadi mitra yang sangat terbuka,” tambahnya.

    Dalam waktu dekat, FEB UNS akan melanjutkan tahapan penyempurnaan dokumen AACSB. Tim kini menargetkan penyelesaian dokumen kelengkapan pada pertengahan November, disusul dengan review menyeluruh sebelum kembali diajukan pada April mendatang.

    Selain itu, kerja sama riset yang selama ini berjalan secara personal akan mulai diformalkan dalam database institusi, sehingga seluruh aktivitas kolaboratif terdokumentasi dan dapat mendukung akreditasi maupun pengembangan fakultas ke depan.

    Pertemuan ini menegaskan komitmen FEB UNS untuk memperluas jejaring riset internasional, mendorong kualitas pendidikan, serta memperkuat kerja sama lintas negara. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17).

  • FEB UNS dan FEB Universitas Jember Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

    FEB UNS dan FEB Universitas Jember Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan resmi dari FEB Universitas Jember (UNEJ) dalam rangka pertemuan dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Senin 27 Oktober 2025.

    Acara berlangsung di Ruang Sidang Dekan FEB UNS dan dihadiri oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, serta Dekan FEB UNEJ, Prof. Istifada. Turut hadir pula Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Manajemen, Dr. Sinto Sunaryo dan Kaprodi S1 Akuntansi Prof. Doddy Setiawan.

    Penandatanganan PKS ini menjadi tonggak baru bagi kedua fakultas untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Dari pihak UNS, fokus utama kolaborasi diarahkan pada penelitian, pengembangan kolaborasi akademik, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Prof. Bhimo mengungkapkan bahwa kerja sama antara FEB UNS dan FEB UNEJ sebenarnya telah terjalin sejak lama, namun sifatnya masih personal, seperti kegiatan pengujian eksternal maupun undangan mengisi seminar.

    Melalui PKS ini, seluruh kolaborasi tersebut akan dilembagakan, sejalan dengan kebijakan baru rektorat yang menekankan pentingnya penertiban rekam jejak kegiatan kolaboratif antara dosen UNS dan pihak eksternal.

    Sebelumnya, kedua fakultas juga pernah melaksanakan pertukaran mahasiswa pada masa program MBKM, terutama ketika perkuliahan masih berlangsung secara daring. Seiring kondisi yang berubah, fokus kolaborasi kini lebih diarahkan pada riset bersama dan pengabdian masyarakat yang dinilai lebih relevan dan berkelanjutan.

    Menurut Prof. Bhimo, FEB UNEJ memiliki keunggulan akademik yang dapat memperkaya kerja sama, khususnya dalam bidang ilmu ekonomi. FEB UNEJ memiliki spesialisasi pada ekonomi perkebunan, sebuah bidang keilmuan yang belum tersedia di FEB UNS dan menjadi ciri khas riset dan pengajaran di UNEJ.

    “Dari pengalaman saya bekerja sama dengan mereka, FEB UNEJ memiliki kekhasan riset di bidang ekonomi perkebunan. Ini tentu dapat saling melengkapi dan membuka peluang kolaborasi topik-topik yang lebih spesifik,” jelasnya.

    Saat ini UNEJ berstatus PTN BLU dan sedang dalam proses menuju PTN-BH. Pada kesempatan ini, pihak UNEJ menyampaikan ketertarikan untuk belajar dari pengalaman UNS dalam pengelolaan organisasi, tata kelola perguruan tinggi, serta model transformasi menuju institusi berbadan hukum.

    Selain itu, diskusi yang berlangsung juga membuka peluang munculnya gagasan riset baru. Prof. Bhimo mencontohkan bahwa isu-isu seperti ekonomi petani garam yang dibahas saat pertemuan mampu memberi inspirasi riset yang bisa digarap bersama.

    Kedua fakultas sepakat bahwa kerja sama terstruktur ini akan memberikan manfaat besar bagi penguatan kualitas pendidikan, riset, serta kontribusi sosial masyarakat.

    Kerja sama ini sekaligus mendukung komitmen kedua institusi dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan berkelanjutan, yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, kemitraan untuk mencapai tujuan, dan penguatan kapasitas institusi.

  • Discussing Data Envelopment Analysis, GRISKA and P4M FEB UNS Invited Assoc. Prof. Fakarudin Kamarudin from Universiti Putra Malaysia

    Discussing Data Envelopment Analysis, GRISKA and P4M FEB UNS Invited Assoc. Prof. Fakarudin Kamarudin from Universiti Putra Malaysia

    The Institutional and Financial Market Research Group (GRISKA), in collaboration with the Center for Research and Community Engagement Development (P4M), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), organizes a Guest Lecture titled “Advancing Research Capacity: From Data Envelopment Analysis to Reputable Publications.” The workshop and talk session features Assoc. Prof. Fakarudin Kamarudin, Ph.D., from Universiti Putra Malaysia, a specialist in data analysis using the Data Envelopment Analysis (DEA) method.

    Opening his presentation, Assoc. Prof. Fakarudin explains the concepts of productivity and efficiency, noting that an organization with a larger output quantity is not necessarily effective. “If we are given additional information, such as data on the resources (inputs) used, we can see that a firm with smaller input and a certain level of output may be more efficient than a firm with both high output and high input,” he states.

    He further emphasizes that DEA is an appropriate analytical tool for measuring efficiency in situations involving multiple inputs and outputs. He also notes that DEA is not limited to the financial sector. This point is supported through a comprehensive explanation of the historical development of DEA since its introduction by W. Cooper in 1978. As the method evolves, DEA begins to be applied in various sectors, including educational institutions, hospitals, and courts.

    “Thus, DEA is not used only in the financial sector; it can be applied across disciplines as long as we can determine the input, output, and decision-making unit of the research subject,” he adds.

    Assoc. Prof. Fakarudin further describes DEA as a method designed to assess comparative efficiency across organizational units such as bank branches, schools, and hospitals. Efficiency in this context reflects a reduction in resource usage (input) without lowering output quantity, or an increase in output without additional resources.

    Beyond efficiency assessment, researchers frequently utilize DEA to examine operational practices that may support performance improvement within firms or organizational units. “In DEA, there are two main approaches—input-oriented and output-oriented. It is important to note that DEA does not test the influence of one variable on another. No single analytical method can address all research purposes; therefore, our choice of analysis must align with our objectives,” he explains.

    The two-hour Guest Lecture is attended by FEB UNS lecturers from various departments, both conducted virtually through Zoom Cloud Meeting and onsite in Room 5503, Soedarah Soepono Building, FEB UNS. The workshop went interactively, with participants actively discussing various topics related to the application of DEA in ongoing and planned research projects.

  • Academic Oration: Prof. Dr. Tulus Haryono Emphasizes the Need of Positive Image for Public Servant

    Academic Oration: Prof. Dr. Tulus Haryono Emphasizes the Need of Positive Image for Public Servant

    “Nyambut gawe sing penting jeneng, mengko jenang teko dewe,” meaning working with integrity will bring sustenance in its due time. This Javanese proverb was the central message delivered by Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek., Professor of the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), during his honorary retirement oration on Tuesday, 4 November 2025.

    In his academic oration entitled “Building a Positive Public Service Image Based on Excellent Service in the Digital Era,” Prof. Tulus emphasized that integrity and a positive image become the essential foundation for public servants in delivering respectful and trustworthy public services. He stressed that cultivating a positive image is not merely about appearance but represents the moral and professional responsibility of every public servant.

    “A positive image influences how others perceive and interact with us. When we work responsibly and with commitment, public trust will develop naturally,” stated Prof. Tulus.

    In his presentation, Prof. Tulus outlined five effective steps in building a positive image: understanding self-perception, improving communication quality, maintaining physical appearance and professionalism, recognizing personal strengths and limitations, and managing errors and setbacks wisely. He also highlighted the need for public servants to instill excellent service values—courtesy, responsiveness, and genuine care—in every interaction with the public.

    Entering the digital era, Prof. Tulus highlighted that speed and efficiency in public service must be aligned with a human touch that preserves empathy. Within the education sector, the implementation of digital systems such as SIAKAD, SISTER, and communication via email, WhatsApp, and Zoom requires adherence to ethics and professional responsibility. “Technology indeed accelerates services, but it must not diminish human warmth. Public servants should continue to serve with courtesy and integrity,” he affirmed.

    “I am grateful to complete this service journey well. I hope that my contribution becomes a small part of UNS’s continuous effort toward becoming a world-class university,” concluded Prof. Tulus.

    The message conveyed by Prof. Tulus in this oration aligns with Sustainable Development Goal (SDG) 16: Peace, Justice, and Strong Institutions. The call for a positive image, professionalism, and excellent public services reflects a commitment to transparent, ethical, and fair governance—key foundations of resilient and sustainable institutions.

    A Long Journey of Service

    Prof. Dr. Tulus Haryono is widely recognized as one of the architects of UNS’s quality assurance system and has played an important role in elevating institutional accreditation to the “Excellent” rating. Throughout his career, he has supervised more than 200 undergraduate students, 125 master’s students, and 50 doctoral students, authored 26 books, and published numerous scientific works. He also served as an assessor for the National Accreditation Board for Higher Education (BAN-PT).

    Appreciation from the Dean of FEB UNS

    Dean of FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., expressed his respect and appreciation for Prof. Tulus’s long-standing service, acknowledging him as one of the key figures in the faculty’s development. “Prof. Tulus is not only a senior and teacher to us but also a foundational figure in FEB UNS’s progress. Many values and systems he established, particularly in quality assurance, have become essential pillars for the faculty’s advancement,” he stated.

    Prof. Bhimo also highlighted that the example set by Prof. Tulus continues to inspire younger academics in upholding professionalism and academic integrity. “He taught us that working in education is not merely fulfilling duties, but an honorable form of service. That spirit is what we aim to sustain,” he added.

    Chair of the UNS Council of Professors, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D., also extended his appreciation, describing Prof. Tulus as a “sincere, diligent, and forward-looking” figure in serving the university.

    During the ceremony organized by the UNS Council of Professors, a symbolic baton was handed over from Prof. Tulus to a younger colleague, Pram Suryanadi, S.E., M.Si., representing the continuation of   academic dedication and generational renewal.

  • Bahas Data Envelopment Analysis, GRISKA dan P4M Hadirkan Assoc. Prof. Fakarudin Kamarudin dari Universiti Putra Malaysia

    Bahas Data Envelopment Analysis, GRISKA dan P4M Hadirkan Assoc. Prof. Fakarudin Kamarudin dari Universiti Putra Malaysia

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan (GRISKA) berkolaborasi dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Advancing Research Capacity: From Data Envelopment Analysis to Reputable Publications.”

    Workshop and Talk Session tersebut menghadirkan Assoc. Prof. Fakarudin Kamarudin, PhD., dari Universiti Putra Malaysia yang merupakan pakar dalam analisis data menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA).

    Membuka paparan materinya, Assoc. Prof. Fakarudin menjelaskan terkait konsep produktivitas dan efisiensi, dimana sebuah perusahaan yang memiliki output dengan kuantitas yang lebih besar bisa saja tidak efektif. “Jika kita diberikan informasi lebih, yaitu data terkait sumberdaya (input) yang digunakan, maka kita bisa melihat bahwa perusahaan yang memiliki input lebih kecil dengan output tertentu bisa jadi lebih efisien dibandingkan dengan perusahaan dengan output yang besar dan input yang besar pula,” jelas Dr. Faka.

    Oleh karena itu, menurut Dr. Faka, DEA adalah tools yang cocok digunakan untuk mengukur efisiensi dimana terdapat multiple input dan output. Meskipun begitu, penggunaan DEA tidak hanya terbatas pada sektor keuangan.

    Hal ini kemudian dikuatkan dengan paparan menyeluruh terkait sejarah perkembangan DEA dari awal dicetuskan oleh W. Cooper di tahun 1978. Seiring perkembangannya DEA mulai diterapkan di berbagai sektor seperti penilaian efisiensi sekolah (pendidikan), rumah sakit (kesehatan), dan pengadilan (hukum).

    “Sehingga DEA ini tidak hanya digunakan di sektor keuangan saja, dia bisa digunakan di multidisiplin ilmu selama kita bisa menentukan input, output, dan decision making unit dari subjek riset kita,” jelas Dr. Faka.

    Lebih lanjut, Dr. Faka menjelaskan bahwa DEA dikembangkan sebagai metode untuk menilai komparasi efisiensi dari unit organisasi contohnya kantor cabang bank, sekolah, rumah sakit, dll. Efisiensi tersebut menunjukkan penurunan penggunaan sumber daya (input) tanpa mengurangi atau menurunkan kuantitas output, atau sebaliknya peningkatan output tanpa adanya penambahan sumberdaya.

    Lebih jauh lagi, dalam penggunaan DEA, peneliti biasanya menganalisis lebih dari sekedar penilaian efisiensi, contohnya penelitian yang dilakukan biasanya akan meneliti praktik operasi seperti apa yang kemudian dapat diterapkan untuk meningkatkan performa perusahaan/unit.

    “Dalam menggunakan DEA terdapat dua pendekatan yaitu pendekatan input dan output. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa DEA ini tidak menguji pengaruh dari satu variabel ke variabel lain. Sehingga kita perlu mengingat bahwa tidak ada metode analisis yang bisa digunakan untuk semua tujuan, kita perlu menyesuaikan alat analisis yang digunakan dengan tujuan kita,” ungkap Dr. Faka.

    Sesi Guest Lecture yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut dihadiri oleh dosen FEB UNS dari berbagai jurusan baik secara daring melalui Zoom Cloud Meeting maupun secara langsung di Ruang 5503 Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Workshop berlangsung interaktif, peserta yang hadir dengan aktif mendiskusikan berbagai topik terkait penerapan DEA pada proses penelitian yang sedang ataupun akan dilakukan.

  • Orasi Purnabakti: Prof. Dr. Tulus Haryono Tekankan Pentingnya Citra Positif ASN

    Orasi Purnabakti: Prof. Dr. Tulus Haryono Tekankan Pentingnya Citra Positif ASN

    “Nyambut gawe sing penting jeneng, mengko jenang teko dewe,” artinya bekerja yang penting nama baik, nanti rezeki akan datang sendiri. Pepatah Jawa ini menjadi pesan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dalam orasi kehormatan purnabakti profesor, Selasa 4 November 2025.

    Dalam orasinya yang berjudul Membangun Citra Positif Pelayanan Publik Berdasarkan Pelayanan Prima di Era Digital, Prof. Tulus menegaskan bahwa integritas dan citra positif merupakan fondasi utama bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik yang bermartabat dan dipercaya masyarakat.

    Menurutnya, membangun citra positif bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi refleksi dari tanggung jawab moral dan profesional seorang ASN.

    “Citra positif yang kita miliki akan memengaruhi cara orang lain memandang dan berinteraksi dengan kita. Jika kita bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab, kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Prof. Tulus.

    Dalam paparannya, Prof. Tulus menjelaskan lima langkah efektif dalam membangun citra positif, yaitu mengenali persepsi diri, meningkatkan kualitas komunikasi, memperhatikan penampilan fisik dan profesionalitas, menyadari kekuatan serta batas diri, dan mampu mengelola kesalahan serta kegagalan dengan bijak.

    Ia menekankan bahwa ASN harus menanamkan nilai-nilai pelayanan prima, ramah, sopan, tanggap, dan penuh kepedulian dalam setiap bentuk pelayanan kepada masyarakat.

    Memasuki era digital, Prof. Tulus menilai kecepatan dan efisiensi pelayanan publik harus diimbangi dengan human touch yang menjaga rasa empati. Di dunia pendidikan, penerapan sistem digital seperti SIAKAD, SISTER, serta komunikasi melalui email, WhatsApp, dan Zoom perlu diiringi dengan etika dan tanggung jawab profesional.

    “Teknologi memang mempercepat pelayanan, tetapi jangan sampai menghilangkan sentuhan manusiawi. ASN tetap harus hadir dengan keramahan dan integritas,” tegas guru besar telah mengabdi di UNS selama lebih dari empat dekade..

    “Saya bersyukur dapat menuntaskan pengabdian ini dengan baik. Semoga apa yang telah saya lakukan menjadi bagian kecil dari perjalanan besar UNS menuju universitas berkelas dunia,” tutup Prof. Tulus dalam orasinya.

    Pesan dalam orasi Prof. Tulus sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-16: Peace, Justice, and Strong Institutions. Upaya membangun citra positif, profesionalisme, dan pelayanan publik yang prima mencerminkan komitmen terhadap tata kelola yang transparan, berintegritas, dan berkeadilan, fondasi bagi lembaga yang tangguh dan berkelanjutan.

    Perjalanan dan Pengabdian Panjang

    Prof. Dr. Tulus Haryono dikenal sebagai salah satu arsitek sistem jaminan mutu UNS dan berperan besar dalam peningkatan akreditasi institusi hingga meraih peringkat “Unggul.”

    Sepanjang kariernya, Prof. Tulus telah membimbing lebih dari 200 mahasiswa S1, 125 mahasiswa S2, dan 50 mahasiswa S3, serta menulis 26 buku dan puluhan publikasi ilmiah. Ia juga aktif sebagai asesor BAN-PT.

    Apresiasi dari Dekan FEB UNS

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya terhadap kiprah panjang Prof. Tulus yang disebut sebagai salah satu figur penting dalam sejarah fakultas.

    “Prof. Tulus bukan hanya senior dan guru bagi kami, tetapi juga fondasi bagi berkembangnya FEB UNS hingga seperti sekarang. Banyak nilai dan sistem yang beliau bangun, terutama dalam jaminan mutu, menjadi tonggak penting bagi kemajuan fakultas,” ujarnya.

    Prof. Bhimo juga menekankan bahwa keteladanan Prof. Tulus menjadi inspirasi bagi generasi muda dosen dalam menegakkan profesionalisme dan integritas akademik.

    “Beliau mengajarkan bahwa bekerja di dunia pendidikan bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi bentuk pengabdian yang luhur. Semangat itu yang ingin terus kami warisi,” tambahnya.

    Ketua Dewan Profesor UNS Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D. turut memberikan apresiasi, menyebut Prof. Tulus sebagai sosok yang “tulus, tekun, dan visioner” dalam mengabdi kepada universitas.

    Di acara yang digelar oleh Dewan Profesor UNS tersebut, dilaksanakan pula prosesi simbolis penyerahan tongkat estafet dari Prof. Tulus kepada kolega muda Pram Suryanadi, S.E., M.Si., sebagai simbol penerusan semangat pengabdian dan regenerasi akademik.

  • Spatial Analysis in Econometrics: FEB UNS Invited Prof. Siong Hook Law to a Guest Lecture

    Spatial Analysis in Econometrics: FEB UNS Invited Prof. Siong Hook Law to a Guest Lecture

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), in collaboration with the Center for Fintech and Banking (UNS Fintech Center), organized a Guest Lecture entitled “Spatial Durbin Model and Spatial Autoregressive Model,” featuring Prof. Siong Hook Law from Universiti Putra Malaysia. The Guest Lecture, held on Friday, 31 October 2025, was attended by more than 20 participants, including master’s and doctoral students as well as lecturers from FEB UNS. This guest lecture in spatial analysis aims to enhance participants’ knowledge and understanding of analytical tools that may be applied in their theses and dissertations

    Conducted in Room 4103 of the Bachtiar Effendi Building, FEB UNS, Prof. Law opened the discussion by explaining spatial heterogeneity and spatial dependence. These two aspects, he noted, form the foundation of why spatial-based analysis is essential. “When we conduct data analysis involving locational information, there is a theory stating that cities or regions located closer to each other are more dependent compared to two regions that are farther apart,” explained Prof. Law.

    He further elaborated that spatial distance carries two implications: regions may have differing characteristics (heterogeneity) and they may also exhibit dependence. In this context, spatial econometrics aims to estimate and examine econometric models that cover multiple regions. The development of this analytical approach has progressed further alongside advancements in GIS.

    Prof. Law Siong HookThe discussion on spatial analysis covered several subtopics, including distinctions among the Spatial Autoregressive Model (SAR), the Spatial Durbin Model (SDM), and the Spatial Error Model (SER). Prof. Law also introduced techniques for interpreting direct, indirect, and total effects, conducting diagnostic tests, and formulating policy implications. “In interpreting results, direct effects represent regional impacts, indirect effects reflect spillover effects from neighboring regions, and total effects refer to the combined influence of both direct and indirect effects,” explained Prof. Law.

    Aside from the main material, Prof. Law conducted hands-on training using STATA to demonstrate the application of spatial analysis. He emphasized that spatial research offers significant implications, including identifying and formulating targeted interventions, supporting sustainable and inclusive development based on locational dynamics, and guiding coordination at national and regional levels.

    The workshop concluded with a discussion session between Prof. Law and participants who are interested in applying spatial analysis in their theses and future research dissemination. This activity aligns with FEB UNS’s efforts to advance the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), Goal 11 (Sustainable Cities and Communities), and Goal 17 (Partnerships for the Goals), through international academic collaboration and the enhancement of research capacity in spatial data analysis.