FEB

Blog

  • Laboratorium Teknologi dan Informasi Bekali Mahasiswa FEB UNS dengan Pelatihan Sosial Media Marketing

    Laboratorium Teknologi dan Informasi Bekali Mahasiswa FEB UNS dengan Pelatihan Sosial Media Marketing

    Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan pelatihan bertajuk Modern Marketing dengan Social Media Selasa, 30 September 2025. Kegiatan berlangsung di Lab Komputer E, Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Pelatihan ini menghadirkan narasumber Zahra Noor Eriza, S.I.Kom., M.M., seorang praktisi sekaligus akademisi di bidang komunikasi dan manajemen pemasaran.

    Peserta dibekali dengan wawasan sekaligus keterampilan terbaru dalam strategi pemasaran digital, khususnya pemanfaatan media sosial.

    Kepala Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu FEB UNS, Mulyadi, S.E., M.Ec.Dev., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk memahami dunia digital marketing secara lebih komprehensif.

    Kami memfasilitasi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi. Fokus kita kali ini adalah media sosial dan digital ads yang akan dikupas tuntas oleh Kak Zahra. Antusiasme peserta sangat tinggi, lebih dari 50 peserta yang mendaftar. 30 peserta dapat mengikuti sesi pertama ini. Peserta lain akan difasilitasi pada agenda kedua, terangnya.

    Melalui pelatihan ini, diharapkan mahasiswa FEB UNS maupun peserta lainnya dapat memahami konsep pemasaran digital modern sekaligus mampu mengaplikasikannya dalam dunia bisnis maupun pengembangan karier profesional.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FEB UNS menegaskan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, serta mampu bersaing di era transformasi digital yang serba cepat.

    Dalam sambutannya, Zahra menekankan bahwa materi yang ia bawakan bukan sekadar teori, melainkan pengalaman nyata yang telah ia jalani.

    Materi yang disampaikan meliputi strategi sosial media marketing untuk membangun brand awareness sekaligus meningkatkan interaksi dengan audiens, pemanfaatan iklan berbayar (paid social ads) sebagai sarana efektif menjangkau target pasar yang lebih luas dan tepat sasaran, serta praktik terbaik pemasaran digital yang relevan dengan tren industri terkini.

    “Saya sudah menguji strategi ini dengan biaya yang tidak sedikit, mulai dari membuat iklan, membayar karyawan, hingga menghadapi hate speech dan komentar netizen. Itu semua menjadi bagian dari proses yang tidak akan ditemukan hanya di buku teks. Karena itu, saya ingin sesi ini tidak hanya berupa penjelasan, tetapi juga brainstorming dan praktik langsung, baik untuk kebutuhan personal branding maupun bisnis,” jelasnya.

    Selain itu, Zahra juga menyinggung aspek komunikasi yang kerap disepelekan dalam digital marketing. Ia membagikan tips sederhana, seperti teknik memegang mikrofon hingga cara merespon komentar audiens, sebagai bagian dari keterampilan praktis yang menunjang keberhasilan pemasaran digital.

    Kegiatan pelatihan ini berlangsung interaktif dengan peserta yang sangat aktif berdiskusi, bertanya, dan terlibat dalam praktik langsung yang difasilitasi oleh narasumber. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa FEB UNS untuk mengembangkan keterampilan digital marketing secara mendalam.

    Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur), melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar lebih siap menghadapi tantangan era digital.

  • FEB UNS Students Participate in Public Lecture on Digital Financial Literacy and Investment

    FEB UNS Students Participate in Public Lecture on Digital Financial Literacy and Investment

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) reaffirmed its commitment to strengthening student capacity by organizing a public lecture titled “Digital Financial Literacy and Investment.” The event was conducted virtually via Zoom Cloud Meeting on Thursday, 25 September 2025, and attended by more than 100 FEB UNS students from various study programs. The lecture featured two distinguished speakers: Fennicia Auliantika, S.E., M.M., CFP®, a certified financial planner and 2025 OJK Financial Literacy Ambassador, and Assoc. Prof. Dr. Dodik Siswantoro, S.E., Ak., CA., CACP., MSc., ACC., from Universitas Indonesia. Their presence aims to enrich students’ understanding of financial management and investment in the digital era.

    In her opening remarks, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Vice Dean for Academic and Research Affairs FEB UNS, emphasized the importance of financial literacy for students to prepare for future professional challenges and the dynamics of the global economy. “For today’s session, two laboratories are collaborating: the Fintech Lab coordinated by Ms. Wahyu Trinarningsih, and the Logistics and Capital Market Lab led by Mr. Arif Lukman Santoso. Both labs are actively developing training programs that lead to competency certifications through UNS’s Professional Certification Institute (LSP) in collaboration with BNSP,” she explained.

    Prof. Tri also highlighted that FEB UNS students are expected to graduate not only with academic transcripts and certificate, but also with relevant competency certifications to meet labor market demands. “I encourage all students to make the most of this opportunity to enrich their investment knowledge. I hope for this event to go seamlessly and brings meaningful benefits to all of us,” she concluded.

    The first session featured Fennicia Auliantika presenting “Go Digital, Go Financially Wise: Optimizing Fintech for Student Financial Planning.” She addressed how Generation Z is often influenced by lifestyle patterns driven by FOMO (Fear of Missing Out), YOLO (You Only Live Once), and FOPO (Fear of Other People’s Opinions). These habits can lead to impulsive spending behavior, made worse by the easy access to pay-later services and online loans. “It’s not about how much money you have, but how smartly you manage it,” Fennicia stressed.

    She provided practical guidelines for students to start early financial planning, including Managing cash flow so that income exceeds expenses; Preparing emergency funds, even in small amounts, to avoid debt in urgent situations; Distinguishing between productive and consumptive debt; Practicing mindful spending using the 40-30-20-10 formula: living expenses, health instalments, savings/investments, and entertainment.

    Fennicia also introduced the use of financial technology tools such as digital banking, investment platforms, and automatic budgeting apps integrated with bank accounts. However, she reminded students to be cautious about data security, use only official apps registered with OJK, and avoid illegal investment schemes that promise unrealistic returns.

    In the second session, Assoc. Prof. Dr. Dodik Siswantoro delivered a presentation titled “Personal Investment in Indonesia: Understanding Risks and How to Manage Them.” He explained that while digitalization has made investing more accessible, it also brings new risks such as platform hacking, the circulation of counterfeit gold online, and various illegal investment scams. “Understanding your personal risk profile is the first step to building a sound and sustainable investment portfolio,” Dodik explained.

    He elaborated on three types of investor risk profiles: conservative, moderate, and aggressive. Conservative investors prefer low-risk instruments, moderate investors seek a balance between risk and return, while aggressive investors are willing to take higher risks for potentially greater gains. Dodik also highlighted the importance of portfolio diversification across instruments such as bonds, sukuk, stocks, and gold. He provided safety tips, including purchasing certified gold, using investment platforms with strong security systems, and avoiding the use of public devices to access financial applications.

    “Investment is not only about pursuing high returns, but also about making it a pathway to safe and sustainable financial freedom,” he concluded.

    This public lecture not only broadened FEB UNS students’ knowledge of financial management but also strengthened their readiness to face investment risks in the digital era. The insights provided by both speakers are expected to encourage students to develop smart, critical, and prudent financial mindsets.

    The program reflects FEB UNS’s commitment to nurturing a financially literate young generation capable of utilizing technology productively. It also supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 4 (Quality Education) by strengthening financial literacy, and Goal 8 (Decent Work and Economic Growth) by promoting inclusive economic growth through healthy investment practices.

  • Mahasiswa FEB UNS Ikuti Kuliah Umum Literasi dan Investasi Keuangan Digital

    Mahasiswa FEB UNS Ikuti Kuliah Umum Literasi dan Investasi Keuangan Digital

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa melalui penyelenggaraan kuliah umum bertajuk “Literasi dan Investasi Keuangan Digital”.

    Acara ini berlangsung secara daring pada Kamis, 25 September 2025 melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa FEB UNS dari berbagai program studi.

    Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Fennicia Auliantika, S.E., M.M., CFP®, perencana keuangan tersertifikasi sekaligus Duta Penggerak Literasi Keuangan OJK Tahun 2025, serta Assoc. Prof. Dr. Dodik Siswantoro, S.E., Ak., CA., CACP., MSc., ACC. dari Universitas Indonesia.

    Kehadiran keduanya diharapkan mampu memperkaya pemahaman mahasiswa terkait pengelolaan keuangan dan investasi di era digital.

    Dalam arahannya, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Penelitian menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan dinamika ekonomi global.

    “Untuk hari ini ada dua laboratorium yang bersinergi memberikan pelatihan terkait perencanaan keuangan personal maupun investasi, yaitu Lab Fintech di bawah koordinasi Ibu Wahyu Trinarningsih serta Lab Logistik dan Pasar Modal yang dipimpin Bapak Arif Lukman Santoso . Kedua lab ini aktif dalam mengembangkan program pelatihan yang nantinya mengarah pada sertifikasi kompetensi melalui LSP UNS bekerja sama dengan BNSP,” jelasnya.

    Prof. Tri juga menekankan bahwa mahasiswa FEB UNS diharapkan tidak hanya lulus dengan ijazah dan transkrip nilai, tetapi juga membawa sertifikat kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

    “Mohon teman-teman mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk memperkaya ilmu investasi. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua,” pungkasnya.

    Sesi pertama menghadirkan Fennicia Auliantika dengan materi “Go Digital, Go Financially Wise: Optimalisasi Fintech untuk Perencanaan Keuangan Mahasiswa”.

    Dalam paparannya, Fennicia mengangkat fenomena generasi Z yang rentan terjebak dalam gaya hidup berbasis FOMO (Fear of Missing Out), YOLO (You Only Live Once), dan FOPO (Fear of Other People’s Opinions). Kebiasaan ini sering mendorong perilaku doom spending, yaitu berbelanja impulsif tanpa perencanaan yang semakin diperparah dengan kemudahan akses paylater dan pinjaman online.

    “Bukan seberapa besar uangmu, tapi seberapa cerdas kamu mengaturnya,” tegas Fennicia.

    Ia memberikan panduan praktis bagi mahasiswa untuk mulai berlatih perencanaan keuangan sejak dini, meliputi Pengelolaan cashflow agar pendapatan selalu lebih besar dari pengeluaran; Menyediakan dana darurat, meskipun kecil, untuk menghindari utang saat kebutuhan mendesak; Membedakan antara utang sehat (produktif) dengan utang konsumtif; Mindful spending menggunakan formula 40-30-20-10: kebutuhan hidup, cicilan sehat, tabungan/investasi, dan hiburan.

    Selain itu, Fennicia memperkenalkan pemanfaatan teknologi keuangan seperti aplikasi digital banking, platform investasi, dan aplikasi budgeting otomatis yang terintegrasi dengan rekening bank. Namun, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap keamanan data, hanya menggunakan aplikasi resmi terdaftar di OJK, serta menghindari investasi ilegal yang menawarkan keuntungan tidak realistis.

    Pada sesi kedua, Assoc. Prof. Dr. Dodik Siswantoro membawakan materi “Investasi Personal di Indonesia: Memahami Risiko dan Cara Menghadapinya”. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi membawa kemudahan dalam berinvestasi, namun sekaligus menghadirkan risiko baru seperti peretasan platform, maraknya penjualan emas palsu secara daring, hingga berbagai modus penipuan investasi ilegal.

    “Memahami profil risiko pribadi adalah langkah pertama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan,” ungkap Dodik.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan profil risiko investor yang terbagi menjadi konservatif, moderat, dan agresif. Investor konservatif biasanya memilih instrumen aman dengan risiko rendah, sedangkan investor moderat mencari keseimbangan antara risiko dan imbal hasil, dan investor agresif berani mengambil risiko tinggi demi potensi keuntungan besar.

    Dodik juga menekankan pentingnya diversifikasi portofolio ke berbagai instrumen seperti obligasi, sukuk, saham, hingga emas. Tips keamanan juga ia bagikan, mulai dari membeli emas bersertifikat resmi, menggunakan aplikasi investasi dengan sistem keamanan berlapis, hingga tidak sembarangan mengakses aplikasi finansial melalui perangkat umum. “Investasi bukan hanya soal mengejar return tinggi, tetapi bagaimana menjadikannya jalan menuju kebebasan finansial yang aman dan berkelanjutan,” tegasnya.

    Rangkaian kuliah umum ini tidak hanya menambah wawasan mahasiswa FEB UNS mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi risiko investasi di era digital. Materi yang disampaikan kedua narasumber diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk membentuk pola pikir finansial yang cerdas, kritis, dan bijak.

    Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mencetak generasi muda yang unggul, melek finansial, serta mampu mengoptimalkan teknologi secara produktif. Lebih jauh, program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi keuangan, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui praktik investasi yang sehat.

  • Working Paper Forum FEB UNS: Third Place Winner of EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition Shares Insights on Writing Business Case Studies

    Working Paper Forum FEB UNS: Third Place Winner of EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition Shares Insights on Writing Business Case Studies

    The Center for Research and Community Engagement Development (P4M), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) once again held a Working Paper Forum (WPF) as part of the faculty’s efforts to strengthen its academic culture. The forum took place on Wednesday, 24 September 2025, in Meeting Room 2 FEB UNS, carrying the theme “From Local Flavor to Global Future: Lessons from nDalem Indonesia – Insights into Writing Case Studies for Publication and Recognition.”

    The main speaker of the event was Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Ph.D., FEB UNS lecturer currently serving as the Head of P4M FEB UNS and the Third Place Winner of the EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition. This prestigious achievement demonstrates that the academic work of FEB UNS lecturers has gained recognition at the international level. Through this forum, Dr. Dila shared her experience in writing business case studies that are academically rigorous, relevant to real managerial practices, and globally appealing.

    In her presentation, Dr. Dila explained several key principles in case writing. These include constructing narratives based on real-world practices with authentic managerial dilemmas, emphasizing the protagonist’s perspective so that readers can step into the decision-maker’s role, and developing compelling storylines starting with a hook, followed by conflict, and culminating in an open-ended dilemma. She also highlighted the importance of integrating qualitative and quantitative data to enhance the credibility of the work, as well as connecting local contexts to management theories to produce globally relevant learning.

    This activity reflects FEB UNS’s commitment to supporting lecturers and researchers in producing high-quality academic work. Through the Working Paper Forum, the faculty aims to build an academic ecosystem that promotes collaboration, capacity building, and international recognition. It is hoped that such forums will inspire more researchers to produce case studies that not only document local wisdom but also address global challenges.

    This activity is aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 4 (Quality Education) by enhancing lecturers’ capacity to produce innovative academic works, and Goal 17 (Partnerships for the Goals) by fostering the integration of local research outputs into global publication networks and recognition platforms.

  • Taxation Laboratory FEB UNS Strengthens Students’ Digital Tax Literacy through Coretax Training

    Taxation Laboratory FEB UNS Strengthens Students’ Digital Tax Literacy through Coretax Training

    The Taxation Laboratory of the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), organized a Computerized Tax Training: Coretax on Friday, 26 September 2025, at Laboratory D, Soedarah Soepono Building. This activity is part of the faculty’s program to strengthen graduates’ job readiness, particularly for undergraduate Accounting students who have completed or are currently taking Taxation courses. The training featured Rika Arindina Wati, S.Ak., BKP., CTA. (MNCo), who lead the session for Coretax application usage and mastery.

    The training covered both introductory and hands-on sessions on Coretax, including simulations of electronic tax return (SPT) filing and reporting, e-invoice creation, and the use of various digital tax administration features. Through computer laboratory practice, participants gained integrated learning experiences that combined taxation theory with the technical skills required in the professional field.

    In her opening remarks, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Vice Dean for Academic and Research Affairs of FEB UNS, emphasized the importance of mastering tax technology for accounting students. “Tax reporting now uses the Coretax application, thus, accountants must understand the process as well as mastering the skill to use the application. We encourage students to actively participate in training to gain both knowledge at the same time completing and earning the competency certification,” she stated.

    Prof. Tri also highlighted the faculty’s commitment to strengthen the role of laboratories as centers for practical learning activities. “Starting this year, there will be more laboratory-based training, not only in taxation but also in logistics, capital markets, and other areas. This is part of the faculty’s commitment to providing learning experiences relevant to industry needs,” she added.

    The training is expected to enhance participants’ technical skills in operating tax software while building their confidence in facing future professional practices. This activity supports the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 4 (Quality Education) by advancing technology-based student skills, and Goal 8 (Decent Work and Economic Growth) by preparing adaptive and competent graduates ready to meet the demands of the digital taxation industry.

  • Working Paper Forum FEB UNS: Peraih Juara 3 EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition Berbagi Menulis Studi Kasus Bisnis

    Working Paper Forum FEB UNS: Peraih Juara 3 EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition Berbagi Menulis Studi Kasus Bisnis

    Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) kembali menyelenggarakan Working Paper Forum (WPF) sebagai bagian dari upaya penguatan budaya akademik di lingkungan fakultas.

    Forum yang berlangsung pada Rabu, 24 September 2025 di Ruang Sidang 2 FEB UNS ini mengangkat tema “From Local Flavor to Global Future: Lessons from nDalem Indonesia – Insights into Writing Case Studies for Publication and Recognition.”

    Hadir sebagai narasumber utama, Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Ph.D., Dosen yang saat ini menjabat sebagai Ketua P4M FEB UNS sekaligus peraih Juara 3 EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition. Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti bahwa karya akademik dosen FEB UNS mampu mendapat pengakuan di tingkat internasional.

    Melalui forum ini, Dr. Dila berbagi pengalaman menulis studi kasus bisnis yang tidak hanya memiliki kedalaman akademis, tetapi juga relevan dengan praktik manajerial nyata dan memiliki daya tarik global.

    Dalam pemaparannya, Dr. Dila menjelaskan sejumlah prinsip penting dalam penulisan studi kasus. Beberapa di antaranya adalah penyusunan narasi berdasarkan praktik nyata dengan dilema manajerial autentik, penekanan pada sudut pandang protagonis agar pembaca dapat merasakan posisi pengambil keputusan, serta penyusunan alur cerita yang menarik mulai dari hook, konflik, hingga klimaks dengan dilema terbuka.

    Tidak hanya itu, Ia juga menegaskan pentingnya integrasi data kualitatif dan kuantitatif untuk memperkuat kredibilitas karya, serta bagaimana konteks lokal dapat dikaitkan dengan teori manajemen agar pembelajaran yang dihasilkan relevan secara global.

    Kegiatan ini juga menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung dosen dan peneliti untuk terus berkarya secara produktif. Melalui WPF, fakultas berupaya menciptakan ekosistem akademik yang mendorong kolaborasi, peningkatan kapasitas, serta pengakuan internasional.

    Harapannya, forum semacam ini dapat menginspirasi lebih banyak peneliti untuk menghasilkan studi kasus yang tidak hanya mendokumentasikan kearifan lokal, tetapi juga mampu menjawab tantangan global.

    Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-4 (Quality Education), melalui peningkatan kapasitas dosen dalam menulis karya akademik yang inovatif, serta tujuan ke-17 (Partnerships for the Goals), dengan mendorong keterhubungan hasil penelitian lokal ke dalam jejaring publikasi dan pengakuan global.

  • Laboratorium Perpajakan FEB UNS Perkuat Literasi Pajak Digital Mahasiswa melalui Pelatihan Coretax

    Laboratorium Perpajakan FEB UNS Perkuat Literasi Pajak Digital Mahasiswa melalui Pelatihan Coretax

    Laboratorium Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan Pelatihan Komputer Pajak: Coretax pada Jumat, 26 September 2025 di Laboratorium D Gedung Soedarah Soepono.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan kesiapan kerja lulusan, khususnya bagi mahasiswa S1 Akuntansi yang telah atau sedang menempuh mata kuliah Perpajakan.

    Pelatihan ini menghadirkan narasumber Rika Arindina Wati, S.Ak., BKP., CTA. (MNCo), yang membimbing mahasiswa dalam penguasaan aplikasi Coretax.

    Materi yang diberikan meliputi pengenalan dan praktik langsung penggunaan Coretax, simulasi pengisian serta pelaporan SPT elektronik, pembuatan e-faktur, hingga pemahaman fitur administrasi perpajakan digital lainnya.

    Melalui metode praktik di laboratorium komputer, peserta memperoleh pengalaman yang mengintegrasikan teori perpajakan dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan di dunia kerja.

    Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., menekankan pentingnya penguasaan teknologi perpajakan bagi mahasiswa akuntansi.

    “Pelaporan pajak saat ini menggunakan aplikasi Coretax, sehingga akuntan harus memahami cara pelaporannya. Kami mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti pelatihan agar memperoleh ilmu sekaligus sertifikat kompetensi,” ujarnya.

    Selain itu, Prof. Tri juga menyampaikan bahwa fakultas akan terus memperkuat peran laboratorium sebagai pusat aktivitas pembelajaran praktis.

    “Mulai tahun ini akan banyak pelatihan berbasis laboratorium, tidak hanya di bidang perpajakan, tetapi juga logistik dan pasar modal dan lain sebagainya. Ini bagian dari komitmen fakultas untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.

    Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam mengoperasikan perangkat lunak perpajakan, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri untuk menghadapi praktik profesional di masa depan.

    Pelatihan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Quality Education) melalui peningkatan keterampilan mahasiswa berbasis teknologi, serta tujuan ke-8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi kebutuhan industri perpajakan digital.

  • Empowered Students, Successful Entrepreneurs: FEB UNS Entrepreneurship Laboratory and Kamar Entrepreneur Indonesia Host Inspirational Talk Show

    Empowered Students, Successful Entrepreneurs: FEB UNS Entrepreneurship Laboratory and Kamar Entrepreneur Indonesia Host Inspirational Talk Show

    The Entrepreneurship Laboratory, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), in collaboration with Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND), organizes the “Idea Generation Talk Show” under the theme “Empowered Students, Successful Entrepreneurs.” The event took place at the Suhardi Building, FEB UNS, on Monday (29/9), as part of the 4th National Working Meeting (Rakernas) of KEIND 2025.

    The event was attended by Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Vice Dean for Academic and Research Affairs of FEB UNS; Afda Rizal Armashita, Chairman of KEIND; and Astrid Widayani, Chairman of KEIND Central Java and Deputy Mayor of Surakarta.

    The talk show featured three inspiring speakers from various industries: Hendy Setiono (Deputy Chair for Entrepreneurship at KEIND – CEO & Founder of Baba Rafi Enterprise), Dini Fronitasari (Deputy Chair for Digital Technology at KEIND – Founder of Goritna Tech), and Redita Aliyah (Deputy Chair for Tourism Industry at KEIND – CEO of Merapi Park Group). The session was moderated by Miftachul Ma’Arif, S.E.I., M.M., LSS.Cp, Head of the Entrepreneurship Laboratory, FEB UNS. In her remarks, Astrid Widayani emphasized that the theme “Empowered Students, Successful Entrepreneurs” is not merely a slogan, but a call to action for the younger generation to play a significant role in shaping the nation’s future.

    Astrid Widayani, Chairman of KEIND Central Java and Deputy Mayor of Surakarta

    “Indonesia is entering a demographic bonus period, where the productive-age population will exceed 60% of the total population. The question is, will this be an automatic advantage or a challenge? The answer lies with all of you, the students. The demographic bonus can be a double-edged sword. If young people are empowered, have leadership qualities, an entrepreneurial mindset, and the courage to innovate, then this bonus will become a golden leap toward Indonesia Emas 2045,” she stated.

    She encouraged students to take small steps early, build networks, and not fear failure. “Many successful entrepreneurs started in garages or dorm rooms with simple ideas that were once underestimated. The key is to take action when others hesitate. Don’t wait for perfection to start, because failure is part of the journey to success,” she added.

    Afda Rizal Armashita, Chairman of KEIND

    Astrid further explained that the Surakarta City Government, aligned with the national Asta Cita, is prioritizing the development of the creative and digital economy, as well as empowering MSMEs. Programs such as the Surakarta Integrated Business Service Center (PLUT) are designed to support young entrepreneurs through product packaging, branding, startup classes, and access to financing. “This opportunity is wide open, especially since UNS is located close to PLUT. I encourage students to take advantage of these facilities to foster more young entrepreneurs,” she said.

    Prof. Tri Mulyaningsih, Vice Dean for Academic and Research Affairs, FEB UNS

    Afda Rizal Armashita emphasized KEIND’s commitment to nurturing young entrepreneurs through the KEIND Goes to Campus program. “With 30,000 members, we aim to inspire students not only to seek jobs after graduation but also to create new opportunities. Today, we have brought nationally recognized entrepreneurs as real examples,” he explained.

    Prof. Tri Mulyaningsih highlighted the need for collaboration in fostering entrepreneurial spirit among students. “This activity enhances students’ knowledge and capacity in entrepreneurship. Moving forward, we are ready to collaborate to equip students with MSME mentoring competency certifications,” she remarked.

    Through this talk show, FEB UNS students are expected to gain inspiration from national entrepreneurs and become future drivers of Indonesia’s entrepreneurial ecosystem, contributing to the vision of Indonesia Emas 2045. The activity also aligns with several Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), and SDG 17 (Partnerships for the Goals).

  • Mahasiswa Berdaya, Entrepreneur Berjaya: Talkshow Inspiratif, Kolaborasi Laboratorium Kewirausahaan FEB UNS bersama Kamar Entrepreneur Indonesia

    Mahasiswa Berdaya, Entrepreneur Berjaya: Talkshow Inspiratif, Kolaborasi Laboratorium Kewirausahaan FEB UNS bersama Kamar Entrepreneur Indonesia

    Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND) menyelenggarakan Talkshow Idea Generation bertema “Mahasiswa Berdaya, Entrepreneur Berjaya”.

    Acara berlangsung di Gedung Suhardi FEB UNS pada Senin (29/9) dan menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV KEIND tahun 2025.

    Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D, Ketua Umum KEIND, Afda Rizal Armashita, serta Ketua Umum KEIND Jawa Tengah sekaligus Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.

    Talkshow menghadirkan tiga narasumber inspiratif dari berbagai sektor industri, yakni Hendy Setiono (WKU Bidang Kewirausahaan KEIND – CEO & Founder Baba Rafi Enterprise), Dini Fronitasari (WKU Bidang Teknologi Digital KEIND – Founder Goritna Tech) dan Redita Aliyah (WKU Bidang Industri Pariwisata KEIND – CEO Merapi Park Group). Miftachul Ma’Arif, S.E.I., M.M.,LSS.Cp, Kepala Laboratoium Kewirausahaan FEB UNS memandu langsung jalannya talskhow.

    Dalam sambutannya, Astrid Widayani menegaskan bahwa tema “Mahasiswa Berdaya, Entrepreneur Berjaya” bukan hanya slogan, melainkan peluang sekaligus tantangan generasi muda untuk mengambil peran besar dalam menentukan arah bangsa.

    Ketua Umum KEIND Jawa Tengah sekaligus Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani

    “Indonesia sedang memasuki bonus demografi, di mana penduduk usia produktif akan mencapai lebih dari 60% dari total populasi. Pertanyaannya, apakah ini hadiah otomatis atau justru tantangan? Jawabannya ada pada Anda semua, para mahasiswa. Bonus demografi bisa menjadi pedang bermata dua, tetapi jika generasi muda berdaya, berjiwa kepemimpinan, memiliki mentalitas entrepreneur dan berani berinovasi, maka bonus demografi akan menjadi lompatan emas menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

    Astrid juga mengajak mahasiswa untuk berani memulai langkah kecil sejak dini, membangun jejaring, dan tidak takut gagal.

    “Banyak pengusaha besar yang memulai dari garasi rumah atau kamar kos dengan ide sederhana yang awalnya ditertawakan. Kuncinya adalah berani melangkah ketika yang lain masih ragu. Jangan tunggu sempurna untuk memulai, karena gagal adalah bagian dari proses menuju kesuksesan,” tambahnya.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Surakarta sejalan dengan Asta Cita Nasional tengah memprioritaskan penguatan ekonomi kreatif, digital, serta pemberdayaan UMKM. Program seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Surakarta hadir untuk mendukung wirausaha muda, mulai dari pengemasan produk, branding, kelas startup, hingga akses permodalan.

    “Kesempatan ini terbuka lebar, apalagi UNS adalah tetangga dekat PLUT. Saya ajak mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas ini agar mampu mencetak lebih banyak entrepreneur muda,” jelasnya.

    Ketua Umum KEIND, Afda Rizal Armashita

    Sementara itu, Ketua Umum KEIND, Afda Rizal Armashita, menegaskan bahwa KEIND dengan 30 ribu anggotanya berkomitmen melahirkan wirausaha muda melalui program KEIND GOES to Campus.

    “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi justru menciptakan lapangan kerja baru. Hari ini kami hadirkan tokoh-tokoh inspiratif yang namanya sudah dikenal dunia sebagai bukti nyata,” ungkapnya.

    Sementara itu, Prof. Tri Mulyaningsih, Wakil Dekan Akademik FEB UNS  menekankan pentingnya sinergi dalam menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa.

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih,

    “Kegiatan ini meningkatkan kapasitas pengetahuan mahasiswa terkait kewirausahaan. Ke depan, kami siap bersinergi untuk membekali mahasiswa, dengan sertifikasi kompetensi pendamping UMKM,” tuturnya.

    Melalui talkshow ini, mahasiswa FEB UNS diharapkan tidak hanya mendapatkan inspirasi dari para entrepreneur nasional, tetapi juga siap menjadi motor penggerak kewirausahaan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

    Kegiatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi & Infrastruktur), SDG 11 (Kota & Komunitas Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).

  • Positioning Business Sustainability: FEB UNS Accounting Study Program Presents Prof. Hooy Chee Wooi in a General Lecture

    Positioning Business Sustainability: FEB UNS Accounting Study Program Presents Prof. Hooy Chee Wooi in a General Lecture

    Sustainability refers to a business’s ability to maintain operations while generating economic profit. The topic of sustainability has become increasingly relevant, especially in relation to the Sustainable Development Goals (SDGs). Responding to this, the Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) organized a general lecture on sustainability.

    The lecture, entitled “Positioning Business Sustainability,” was conducted virtually on Wednesday, 3 September 2025, featuring Prof. Hooy Chee Wooi from Universiti Sains Malaysia (USM). In his presentation, Prof. Hooy discussed the objectives of business activities, the necessary steps to ensure business sustainability, and how to position the sustainability concept within a business.

    Opening the event, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Vice Dean for Academic and Research Affairs of FEB UNS, warmly welcomed the lecture. She emphasized that discussions on sustainability are essential, as many sectors in business, economics, and finance are now required to report on their sustainability practices. “This is a very engaging and important topic for students to learn how to position business sustainability. We extend our gratitude to Prof. Hooy for sharing his insights, and we hope this discussion will be beneficial for all participants,” said Prof. Tri.

    Beyond sustainability, Prof. Hooy also elaborated on the fundamental activities of business, describing it as a process aimed at generating economic profit, including production, sales, and the exchange of goods and services to meet customer needs. “Business involves many parts and roles. To achieve success, a company must have good planning, effective management, market knowledge, and the ability to adapt,” explained Prof. Hooy.

    He further outlined strategies for ensuring business sustainability, which include clear business planning, strong financial management, market understanding, adaptability, flexibility, and investment in talent and organizational culture. With technological advancement, businesses also need to adopt automation and data-driven decision-making. Additional measures include risk management, maintaining a solid customer base, market growth, strong governance, and strategic collaboration.

    According to Prof. Hooy, profitability is the foundation of business sustainability. Once profitability is secured, compliance with laws becomes critical, followed by adherence to ESG (environmental, social, and governance), CSR (corporate social responsibility), SDGs, and ethics.

    “From the producer’s perspective, business sustainability means surviving in the long term. From the customer’s perspective, it refers to long-term value creation. Balancing both requires businesses to deliver long-term value to stakeholders, communities, and the environment by integrating environmental, social, and governance considerations into strategy, operations, and decision-making,” he noted.

    Concluding the lecture, Prof. Hooy highlighted that businesses today should not merely follow the principle of “doing good by doing well,” but rather shift to “doing well by doing good.”

    By offering in-depth discussions on positioning business sustainability, this general lecture directly supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). Business sustainability, which goes beyond profit and incorporates ESG aspects, aligns with the SDGs’ objectives of promoting inclusive economic growth, environmental protection, and social well-being. Through the understanding and application of these concepts, students and business practitioners are expected to contribute actively to sustainable development that balances profitability with social and environmental responsibility.