FEB

Blog

  • Positioning Business Sustainability, Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Hadirkan Prof. Hooy Chee Wooi dalam General Lecture

    Positioning Business Sustainability, Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Hadirkan Prof. Hooy Chee Wooi dalam General Lecture

    Sustainability (keberlanjutan) merujuk pada kemampuan sebuah bisnis untuk dapat mempertahankan kegiatan bisnis dalam menghasilkan keuntungan ekonomis. Topik terkait sustainability menjadi topik yang banyak dibahas, terlebih terkait dengan Sustainable Development Goals (SDG).

    Hal tersebut mendorong Program Studi S1 Akuntansi dalam menyelenggarakan kuliah umum dibidang keberlanjutan.

    Menghadirkan Prof. Hooy Chee Wooi, dari Universiti Sains Malaysia (USM), General Lecture bertajuk “Positioning Business Sustainability” digelar secara daring pada Rabu, 3 September 2025.

    Dalam paparannya, Prof. Hooy membahas secara detail terkait tujuan aktivitas bisnis, langkah yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dari sebuah usaha/bisnis, serta bagaimana memposisikan konsep terkait keberlanjutan.

    Membuka jalannya acara, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS menyambut hangat pelaksanaan general lecture tersebut.

    Menurut Prof. Tri diskusi terkait sustainability (keberlanjutan) sangatlah penting mengingat saat ini banyak sektor baik bisnis, ekonomi, ataupun keuangan yang diharuskan untuk melaporkan keberlanjutannya.

    “Topik ini sangat menarik dan penting, bagi mahasiswa untuk dapat mempelajari bagaimana caranya memposisikan keberlanjutan bisnis. Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Hooy yang sudah bersedia hadir dan membagikan pengetahuan terkait business sustainability, semoga diskusi yang berlangsung dapat bermanfaat bagi para peserta yang hadir,” jelas Prof. Tri.

    Tidak hanya membahas terkait keberlanjutan bisnis, Prof. Hooy juga menjelaskan terkait kegiatan dalam aktivitas bisnis dimana, bisnis diartikan sebagai sebuah kegiatan dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan ekonomis, yang meliputi proses produksi, penjualan, ataupun pertukaran barang dan/atau jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan.

    “Bisnis yang kita kenal ternyata melibatkan banyak bagian dan peran, sehingga untuk dapat mencapai kesuksesan bisnis diperlukan perencanaan, manajemen yang efektif, pengetahuan pasar, serta kemampuan untuk beradaptasi,” ungkap Prof. Hooy.

    Secara teroritis, strategi yang diperlukan oleh sebuah bisnis untuk dapat terus eksis secara berkelanjutan meliputi adanya strategi bisnis yang jelas, fokus pada manajemen keuangan, pemahaman pasar dan reputasi yang baik, kemampuan untuk beradaptasi dan menjadi fleksibel, serta investasi untuk menumbuhkan talenta dan budaya perusahaan. Lebih lanjut dengan adanya kemajuan teknologi, sebuah bisnis perlu memanfaatkan teknologi dan data seperti penggunaan otomatisasi dan pengambilan keputusan berbasis data.

    Selain itu, bisnis juga perlu melakukan risk management, menjaga basis konsumen basis konsumen dan pertumbuhan pasar, memastikan kondisi governance yang kuat, dan kerjasama strategis.

    Dalam memposisikan keberlanjutan bisnis, menurut Prof. Hooy, profit menjadi bottom line dari bisnis, sehingga keuntungan atau laba menjadi dasar keberlanjutan. Setelah memastikan profitabilitas bisnis, level selanjutnya dari usaha untuk memastikan keberlanjutan bisnis adalah kepatuhan, karena apabila sebuah bisnis tidak mematuhi hukum maka keberadaan atau legitimasinya akan dipertanyakan. Setelah kepatuhan hukum terpenuhi, posisi selanjutnya yang diperlukan adalah kepatuhan atau pencapaian ESG (environmental, social, and governance), CSR (corporate social responsibility), SDG (sustainable development goals), dan etika.

    “Dari sisi produsen, keberlanjutan bisnis berarti bahwa bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang. Sementara dari sisi pelanggan, hal ini merujuk pada bisnis yang memberikan nilai dalam jangka panjang. Sehingga untuk menyeimbangkan dua hal ini maka bisnis perlu memberikan nilai jangka panjang untuk stakeholder, komunitas, dan lingkungan secara keseluruhan. Hal ini melibatkan integrasi pertimbangan lingkungan, sosial, dan governance ke dalam strategi perusahaan, operasi, dan proses pengambilan keputusan,” jelas Prof. Hooy.

    Menutup jalannya guest lecture, Prof. Hooy menyampaikan bahwa bisnis saat ini dituntut untuk tidak lagi “doing good by doing well” (berbuat baik karena mendapatkan keuntungan) tetapi “doing well by doing good.”

    Dengan menghadirkan pembahasan mendalam tentang positioning business sustainability, kuliah umum ini secara langsung mendukung upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Keberlanjutan bisnis yang tidak hanya berfokus pada profit semata, tetapi juga mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), selaras dengan tujuan SDGs untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

    Melalui pemahaman dan penerapan konsep-konsep tersebut, para mahasiswa dan pelaku bisnis diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang seimbang antara keuntungan bisnis dan tanggung jawab sosial serta lingkungan, sebagaimana yang dicanangkan dalam SDGs.

  • Kolaborasi Peneliti UNS dan Malaysia Bahas Inovasi dan Kewirausahaan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia dan Malaysia

    Kolaborasi Peneliti UNS dan Malaysia Bahas Inovasi dan Kewirausahaan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia dan Malaysia

    Tim peneliti Universitas Sebelas maret (UNS) menyelenggarakan Guest Lecture bertema “Innovation Ecosystem for Disabled Entrepreneurs in Indonesia and Malaysia”, Selasa 23 September 2025 di Aula Konimex FEB UNS.

    Guest lecture menghadirkan dua narasumber dari Universiti Malaya, yaitu Prof. Dr. Ismawati binti Jaafar dan Dr. Farzana Parveen Tajudeen, sebagai bagian dari kolaborasi riset internasional yang sedang berlangsung antara Universiti Malaya (UM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan riset bertajuk “Inclusive Innovation: Co-Creating Digital Entrepreneurship with the Disabled Community and its Ecosystem” yang berfokus pada pengembangan inovasi inklusif dan kewirausahaan digital bagi penyandang disabilitas (PwD) di Indonesia dan Malaysia.

    Penelitian ini tidak hanya memetakan tantangan yang dihadapi komunitas disabilitas seperti stigma sosial, diskriminasi, keterbatasan akses pendidikan, pekerjaan, dan modal, namun juga menawarkan solusi berbasis model ekosistem inovasi inklusif dan penggunaan teknologi digital untuk memperkuat kapasitas usaha para penyandang disabilitas.

    Dalam studinya, tim peneliti mengeksplorasi dua studi kasus utama: Batik Ciprat di Desa Karangpatihan (Indonesia) dan inisiatif batik yang dipimpin penyandang disabilitas di Malaysia, seperti Rumah Harapan dan Batik Kuala Lumpur. Temuan awal dari 51 responden menunjukkan bahwa kepercayaan diri (self-efficacy), hambatan, dan niat berwirausaha memainkan peran penting dalam keberhasilan bisnis digital yang digerakkan oleh PwD.

    Hasil analisis juga menekankan pentingnya penggunaan alat digital dalam membuka akses ke pasar yang lebih luas, menurunkan biaya operasional, serta memperkuat identitas sosial dan peran komunitas difabel dalam ekonomi lokal.

    Kegiatan ini mencerminkan komitmen UNS dalam memperkuat jejaring internasional serta memajukan penelitian yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya dalam mendukung inklusi sosial dan ekonomi bagi kelompok rentan.

    Guest lecture ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Mengurangi Ketimpangan, dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan mendorong ekosistem inovasi inklusif yang memberdayakan penyandang disabilitas sebagai pelaku ekonomi yang setara dan berdaya saing.

  • Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS Gelar Workshop Life Cycle Assessment Seri 2

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS Gelar Workshop Life Cycle Assessment Seri 2

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Life Cycle Assessment (LCA) Seri ke-2 pada Selasa, 23 September 2025, di Ruang Telekonferen Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Workshop  diikuti oleh mahasiswa Program Magister MESP dan menghadirkan narasumber Akmilatul Maghfiroh, M.Sc., selaku Executive Director Decarbonomics Center. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari seri sebelumnya dan dirancang untuk memperdalam pemahaman serta pengaplikasian metode LCA dalam konteks ekonomi berkelanjutan.

    LCA adalah metode analisis yang digunakan untuk menilai dampak lingkungan dari suatu produk, jasa, atau aktivitas mulai dari tahap produksi hingga akhir siklus hidupnya. Dalam konteks ekonomi hijau, LCA berperan penting dalam mengukur efisiensi energi dan sumber daya, serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan berbasis green economy dan circular economy.

    Ketua Program Studi MESP, Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.S., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai aplikasi LCA dalam bidang ekonomi.

    Ini merupakan kali kedua kita membahas LCA secara lebih praktis. Harapannya, mahasiswa dapat memahami bagaimana LCA dapat diterapkan di bidang ekonomi, serta memanfaatkan berbagai perangkat LCA yang bersifat open source” ujar Prof. Suryanto.

    Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam workshop ini untuk memperoleh wawasan baru mengenai ekonomi lingkungan. Prof. Suryanto mengapresiasi kehadiran narasumber dan berharap agar dapat mendampingi mahasiswa dalam memahami teknik dan strategi penggunaan LCA secara lebih efektif.

    Kegiatan workshop ini sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dengan mendorong pemahaman dan penerapan LCA sebagai alat untuk mendukung praktik ekonomi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

  • UNS-Malaysian Researchers Collaboration on Inclusive Innovation and Entrepreneurship for Persons with Disabilities in Indonesia and Malaysia

    UNS-Malaysian Researchers Collaboration on Inclusive Innovation and Entrepreneurship for Persons with Disabilities in Indonesia and Malaysia

    A research team from Universitas Sebelas Maret (UNS) organized a guest lecture on Tuesday, 23 September 2025, at the Konimex Hall, Faculty of Economics and Business (FEB) UNS, entitled “Innovation Ecosystem for Disabled Entrepreneurs in Indonesia and Malaysia.” The event featured two speakers from Universiti Malaya, Prof. Dr. Ismawati binti Jaafar and Dr. Farzana Parveen Tajudeen, as part of an ongoing international research collaboration between Universiti Malaya (UM), Universitas Sebelas Maret (UNS), and Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO).

    The guest lecture is part of a broader research initiative entitled “Inclusive Innovation: Co-Creating Digital Entrepreneurship with the Disabled Community and its Ecosystem,” which focuses on developing inclusive innovation and digital entrepreneurship for persons with disabilities (PwD) in Indonesia and Malaysia. The study not only maps the challenges faced by the disabled community—including social stigma, discrimination, and limited access to education, employment, and capital—but also proposes solutions through an inclusive innovation ecosystem model and the use of digital technology to strengthen entrepreneurial capacity among PwD.

    The research explores two primary case studies: Batik Ciprat in Karangpatihan Village, Indonesia, and batik initiatives led by persons with disabilities in Malaysia, such as Rumah Harapan and Batik Kuala Lumpur. Preliminary findings from 51 respondents reveal that self-efficacy, barriers, and entrepreneurial intentions play a critical role in the success of PwD-driven digital businesses. The analysis further highlights the importance of digital tools in expanding market access, reducing operational costs, and reinforcing the social identity and role of disabled communities in the local economy.

    This activity reflects UNS’s commitment to strengthening international networks and advancing impactful research that directly benefits society, particularly in promoting social and economic inclusion for vulnerable groups. The guest lecture also supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 8: Decent Work and Economic Growth, SDG 10: Reduced Inequalities, and SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, by fostering an inclusive innovation ecosystem that empowers persons with disabilities as equal and competitive economic actors.

  • Master’s Program in Economics and Development Studies FEB UNS Holds the Second Workshop on Life Cycle Assessment

    Master’s Program in Economics and Development Studies FEB UNS Holds the Second Workshop on Life Cycle Assessment

    The Master’s Program in Economics and Development Studies (MESP), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) organized the second series of the Life Cycle Assessment (LCA) Workshop on Tuesday, 23 September 2025, at the Teleconference Room, Soedarah Soepono Building, FEB UNS. The workshop was attended by MESP master’s students and featured Akmilatul Maghfiroh, M.Sc., Executive Director of the Decarbonomics Center, as the main speaker. This activity was a continuation of the previous series and aimed to deepen both the understanding and practical application of LCA methods in the context of sustainable economics.

    LCA is an analytical method used to assess the environmental impact of a product, service, or activity from its production stage to the end of its life cycle. Within the framework of the green economy, LCA plays a vital role in measuring energy and resource efficiency, while also serving as a foundation for policy development in green and circular economies.

    Head of the MESP Program, Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.S., in his opening remarks, emphasized that the workshop provided an important opportunity for students to gain deeper insight into the application of LCA in the field of economics. “This is the second time we are discussing LCA in a more practical way. Hopefully, students can understand how LCA can be applied in economics and make use of various open-source LCA tools,” said Prof. Suryanto.

    He also stressed the importance of active student participation to acquire new perspectives on environmental economics. Prof. Suryanto expressed his appreciation to the guest speaker and hoped that her guidance would help students better understand the techniques and strategies for effective use of LCA.

    This workshop aligns with the commitment to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 12: Responsible Consumption and Production and SDG 13: Climate Action, by promoting the understanding and application of LCA as a tool to support sustainable and environmentally responsible economic practices.

  • Dissemination and Coordination Session for the Implementation of Green Jobs Learning Management System at FEB UNS

    Dissemination and Coordination Session for the Implementation of Green Jobs Learning Management System at FEB UNS

    The Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) organized a coordination meeting on the implementation of the Green Jobs Learning Management System (LMS) to support more contextual and sustainable teaching of Human Resource Management and Employment courses. The session was attended by the Vice Dean of Academic and Research Affairs, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., the Vice Dean of Student and Alumni Affairs, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., the Heads of Management and Development Economics Study Programs, and lecturers of related courses at FEB UNS.

    In her remarks to the Head of Study Program and lecturers, Prof. Tri explained that the Green Jobs LMS is part of a strategic collaboration between FEB UNS, the Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Coca-Cola Europacific Partners (CCEP), and the international partner “Skills for Impact.” The initiative aims to integrate the Green Jobs approach into university curricula.

    At FEB UNS, the LMS will be implemented in various courses such as Human Resource Management, Human Resource Economics, and Employment Economics. The customized materials cover topics including current labor issues, company case studies, labor migration, and trade unions. The LMS is expected to address global challenges in employment, the green economy, and environmental sustainability. Through this platform, students can access online, interactive, and flexible learning resources.

    “Integrating Green Jobs into our curriculum is an important step in preparing students for the future job market, which increasingly emphasizes sustainability. The program will run from October 6 to November 1, replacing regular lectures during that period. Therefore, lecturers are expected to inform students that participation is mandatory. Attendance will be monitored by the Academic Subdivision,” she explained.

    The Green Jobs training materials consist of five main modules: Fundamentals of Green Jobs and Global Context, Systems Thinking and Solution Design, Technical and Digital Skills for the Circular Economy, Stakeholder Engagement and Behavioral Change, and Green Career Pathways and Entrepreneurship. Each module is designed for 60–90 minutes of study, including pre-test, core materials, supplementary readings, optional individual activities, and post-test.

    Prof. Tri further emphasized that student participation in this program supports UNS’s Key Performance Indicators (IKU), including IKU 1—Graduates Securing Decent Employment, through certification and Green Jobs competency materials; IKU 6—Study Program Partnerships, through collaboration with industry partners and international academics; and IKU 7—Innovative Classroom Learning, through the use of MOOCs and online methods.

    Vice Dean Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., added that the Green Jobs LMS is open to students across Indonesia. “This program is accessible to students nationwide. FEB students enrolled in Human Resource Management, Human Resource Economics, and Employment Economics courses will join the learning sessions. Registration is carried out independently via ugm.id/PendaftaranGreenJobs, and all information will be delivered directly to students through WhatsApp Groups,” he explained.

    Participants will receive an international certificate from CCEP, free access to the five training modules, flexible online learning opportunities, and the chance to win cash prizes of up to IDR 5,000,000. During the discussion session, Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D., Head of the Development Economics Study Program, suggested that the independent learning process should remain under lecturer supervision to ensure student discipline and completion.

    The implementation of the Green Jobs LMS at FEB UNS is aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in promoting decent work, inclusive economic growth, and climate action. By integrating sustainability and green economy education into the curriculum, FEB UNS contributes actively to preparing young generations who are ready to face the challenges of the future labor market with responsibility and commitment to sustainable development.

  • FEB UNS Koordinasikan Pemanfaatan Learning Management System Green Jobs

    FEB UNS Koordinasikan Pemanfaatan Learning Management System Green Jobs

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Koordinasi Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Green Jobs dalam rangka mendukung pembelajaran mata kuliah Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ketenagakerjaan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.

    Koordinasi dilakukan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni,  Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. serta Kepala Program Studi S1 Manajemen dan Ekonomi Pembangunan, dan juga dosen pengampu FEB UNS mata kuliah terkait, Senin 22 September 2025 secara daring melalui Zoom Meeting.

    Dalam arahanya kepada kaprodi dan juga dosen pengampu, Prof. Tri menyampaikan bahwa LMS Green Jobs merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara FEB UNS, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP), serta mitra internasional “Skills for Impact” dengan tujuan mengintegrasikan pendekatan Green Jobs ke dalam kurikulum perkuliahan.

    Di FEB UNS, LMS Green Jobs direncanakan akan diterapkan secara terintegrasi dalam mata kuliah Manajemen SDM dan Ekonomi SDM dan Ketenagakerjaan. Materi yang disesuaikan mencakup topik-topik seperti analisis isu ketenagakerjaan terkini, studi kasus perusahaan, hingga pembahasan tentang migrasi tenaga kerja dan serikat pekerja.

    Pemanfaatan LMS Green Jobs dinilai mampu menjawab tantangan global terkait ketenagakerjaan, ekonomi hijau, dan keberlanjutan lingkungan. Melalui LMS ini, mahasiswa dapat mengakses berbagai materi pembelajaran yang disusun secara daring, interaktif, dan fleksibel.

    “Integrasi Green Jobs dalam perkuliahan merupakan langkah penting untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi pasar kerja masa depan yang semakin menekankan aspek keberlanjutan, Kegiatan ini akan berlangsung pada 6 Oktober hingga 1 November, jadi sifatnya menggantikan perkuliahan direntang waktu tersebut dan dari hasil koordinasi, Bapak Ibu Dosen Pengampu dapat menjelaskan kepada para mahasiswa dan ini bersifat wajib diikuti. Teknis presensi akan diatur oleh Kasubbag Akademik” terangnya kemudian.

    Materi pelatihan Green Jobs terdiri dari lima modul utama, yaitu Dasar-Dasar Pekerjaan Hijau dan Konteks Global, Pemikiran Sistemik dan Desain Solusi, Keterampilan Teknis dan Digital untuk Ekonomi Sirkular, Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Perubahan Perilaku, Jalur Karir Hijau dan Kewirausahaan.

    Setiap modul dirancang dengan durasi belajar 60–90 menit, termasuk pre-test, materi inti, bacaan pendukung, aktivitas individu opsional, dan post-test.

    Lebih lanjut Prof Tri menjelaskan keikutsertaan mahasiswa FEB UNS di pembelajaran ini juga mendukung pencapaian beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) UNS, antara lain IKU 1, Lulusan Mendapatkan Pekerjaan yang Layak, melalui penyertaan materi sertifikasi dan kompetensi Green Jobs; IKU 6, Kemitraan Program Studi, dengan kolaborasi bersama mitra industri dan akademisi internasional; IKU 7, Pembelajaran dalam Kelas, melalui pemanfaatan MOOC dan metode daring yang inovatif.

    Tastaftiyan Risfandy, Ph.D menambahkan bahwa LMS Green Jobs terbuka untuk mahasiswa seluruh Indonesia.

    “Jadi kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Indonesia. Nantinya mahasiswa FEB yang mengikuti matakuliah Manajemen SDM serta Ekonomi SDM dan Ketenagakerjaan akan bergabung di pembelajaran ini. Teknisnya mahasiswa melakukan pendaftaran secara mandiri melalui link ugm.id/PendaftaranGreenJobs. Seluruh informasi terkait kegiatan tersebut akan diinformasikan langsung kepada mahasiswa dalam Grup WA” ungkapnya.

    Lebih lanjut dijelaskan bahwa peserta akan mendapatkan sertifikat internasional dari CCEP, akses gratis ke 5 modul pelatihan, fleksibilitas belajar secara daring dan kesempatan memenangkan hadiah uang tunai hingga Rp5.000.000.

    Di sesi diskusi, Kaprodi S1 Ekonomi Pembangunan. Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D memberikan masukan agar pembelajaran mandiri ini tetap ada pengawasan agar mahasiswa dapat disiplin mengikuti prosesnya hingga usai.

    Pemanfaatan LMSGreen Jobs oleh FEB UNS sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada target pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta aksi terhadap perubahan iklim.

    Dengan mengintegrasikan pendidikan berbasis keberlanjutan dan ekonomi hijau ke dalam kurikulum, FEB UNS berkontribusi nyata dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.