FEB

Blog

  • FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi

    FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Lokakarya Integrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Magang, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis, 10 Juli 2025, di UNS Inn.

    Kegiatan diikuti oleh Ketua Program Studi S-1, Kepala Sub Bagian Akademik, Staf dan Operator Akademik serta PIC magang Prodi.

    Lokakarya bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menyusun pedoman pelaksanaan magang dan KKN di lingkungan FEB UNS, sejalan dengan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    Dalam pembukaan acara, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Penelitian menyampaikan bahwa magang merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan MBKM, namun saat ini masih terdapat berbagai interpretasi dan informasi yang belum seragam. Perubahan terminologi dan skema, seperti dari “Magang MBKM” menjadi “Magang Berdampak”, menuntut adanya penyesuaian dalam tata kelola dan kebijakan di tingkat fakultas maupun program studi.

    Inisiatif penyelenggaraan lokakarya ini diambil oleh Bidang Akademik (Bidang 1) dan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Bidang 3). Dalam pemaparannya, Bidang 3 menyoroti pentingnya penataan magang wajib, yakni magang yang berlaku secara umum untuk seluruh program studi dan wajib dilaporkan ke prodi masing-masing. Di sisi lain, terdapat juga magang yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa dalam kerangka program MBKM, yang kini dikenal sebagai Magang Berdampak.

    “Dengan adanya lokakarya ini, kami berharap akan terbangun kesamaan pemahaman di kalangan dosen dan pengelola prodi terkait bentuk, prosedur, dan tata kelola magang dan KKN. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk menyusun dokumen pedoman pelaksanaan magang yang sesuai dengan regulasi terbaru,” ujar Prof. Tri.

    Perlu diketahui, pelaksanaan magang saat ini mengacu pada Permendikbudristek No. 63 Tahun 2024 tentang Penyelenggaran Magang Mahasiswa. FEB UNS melalui Bidang 3 berkomitmen untuk menyusun dan meluncurkan Buku Pedoman Magang dalam waktu dekat. Salah satu pembahasan utama adalah posisi dan hubungan antara Magang Wajib, Magang MBKM, dan Magang Berdampak dalam struktur kurikulum dan kebijakan akademik.

    Dari diskusi yang berkembang, diketahui bahwa meskipun istilah dan platform pelaksanaan mengalami perubahan, secara prinsip Magang MBKM dan Magang Berdampak memiliki kemiripan, terutama dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkegiatan di luar kampus selama maksimal dua semester.

    Melalui lokakarya ini, FEB UNS berupaya memastikan bahwa implementasi magang dan KKN di masa mendatang dapat terlaksana secara terintegrasi, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa serta dinamika kebijakan nasional.

    Penyelenggaraan lokakarya ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4, Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kurikulum berbasis pengalaman langsung di dunia kerja dan masyarakat; SDG 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong mahasiswa untuk memiliki kesiapan kerja dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri; serta SDG 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam pelaksanaan magang, KKN, serta program MBKM lainnya.

    Dengan integrasi program MBKM, magang, dan KKN yang lebih terstruktur dan berdampak, FEB UNS berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kolaboratif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, maupun global.

  • FEB UNS Fintech Laboratory Holds Digital Banking Training on Islamic Banking Services

    FEB UNS Fintech Laboratory Holds Digital Banking Training on Islamic Banking Services

    The Financial Technology (Fintech) Laboratory of the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), held an online training session on Thursday, July 10, 2025, with the theme “Digitalization of Islamic Banking Services: Smart Solutions for a More Prosperous Society.” The event was attended by more than 20 FEB UNS students and featured a special speaker, Dewi Fairus, Business Development & Marketing Head of OCBC Syariah.

    During the training, participants gained valuable insights into the development of digital-based Islamic banking services, as well as the challenges and opportunities in this sector. In her opening remarks, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Vice Dean of Academic and Research Affairs at FEB UNS, emphasized the importance of students actively taking advantage of learning opportunities outside the classroom, including training, workshops, and professional certifications organized by various laboratories within FEB UNS.

    “Learning in the classroom alone is not enough. Completing 145 credits also does not guarantee readiness to enter the workforce. What matters most are the experiences and competencies gained outside of lectures, one of which is through activities like this,” said Prof. Tri.

    On this occasion, Prof. Tri also introduced the existence of eight laboratories at FEB UNS, which regularly organize student development activities. The Fintech Laboratory, for instance, actively conducts training, workshops, and professional certifications to support students’ career prospects in digital finance.

    She also expressed her appreciation to the Head of the Fintech Laboratory, Wahyu Trinarningsih, and the organizing committee for their dedication in making this activity a success. “We hope this program not only broadens students’ knowledge but also provides practical skills for building careers in the digital Islamic banking sector. I also entrusted Ms. Dewi to share her experiences in product development and strategies for staying competitive amid the rapid innovation in banking products today,” she added.

    The training also provided participants with certificates that can be used as one of the administrative requirements for registering their thesis defense at FEB UNS. Students are encouraged to stay updated on training and certification opportunities through official social media channels, the FEB UNS website, and regularly distributed digital leaflets.

    “FEB UNS graduates must have added value—not only a diploma but also competencies that are relevant to industry needs,” concluded Prof. Tri.

    This program also aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 8 on Decent Work and Economic Growth and SDG 9 on Industry, Innovation, and Infrastructure. By promoting the digitalization of Islamic banking services, the training supports financial inclusion, economic empowerment, and the development of sustainable technological innovation. This reflects FEB UNS’s strong commitment to making a meaningful contribution to sustainable development in Indonesia.

  • RG Kearifan Lokal FEB Angkat Konsep “Komodifikasi Budaya” dalam Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat

    RG Kearifan Lokal FEB Angkat Konsep “Komodifikasi Budaya” dalam Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat

    Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Riset Grup (RG) Kearifan Lokal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) telah melakukan pendampingan perintisan lahirnya DEWI JAGUAR di Desa Bagor Miri Sragen sejak tahun 2022 dengan menciptakan komodifikasi budaya melalui sebagai even budaya dan daya tarik wisatawan.

    DEWI JAGUAR (Desa Wisata Jagung Kampung Bagor) adalah sebuah rintisan desa wisata di Desa Bagor Kecamatan Miri Kabupaten Sragen yang berbasis keunggulan kearifan lokal. Potensi Desa Bagor sebagai penghasil tanaman jagung terbesar di Kabupaten Sragen, merupakan salah satu budaya kearifan lokal masyarakat. DEWI JAGUAR dibangun dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism, CBT).

    Tim Pengabdi RG Kearifan Lokal Beserta Muspika Miri-Sragen

    Komodifikasi budaya adalah transaksi jual beli benda budaya melalui proses industri yang lahir seiring dengan era globalisasi. Komodifikasi adalah proses terjadinya perubahan barang atau layanan yang sebelumnya mengikuti aturan sosial non-pasar menjadi suatu subjek yang mengikuti aturan pasar.

    Kemeriahan Penampilan Kreasi Budaya dan Gunungan dalam Festival Grebeg Klobot ke-2

    Kekhasan masyarakat Desa Bagor yang memiliki eksotis tersendiri bagi masyarakat lokal maupun nasional sebagai daerah penghasil komoditas jagung terbesar di Sragen, hal ini menjadi sasaran RG Kearifan Lokal untuk mengeksprorasi kearifan lokal masyarakat petani jagung sebagai daya tarik wisata pedesaan.

    Berangkat dari permasalahan Mitra sebagai destinasi wisata baru, maka DEWI JAGUAR harus memiliki tradisi budaya masyarakat lokal yang bisa dijual kepada wisatawan sebagai event pariwisata budaya secara rutin.

     Tim Pengabdi RG Kearifan Lokal memiliki asumsi bahwa nilai-nilai tersebut menjadi sumber aset komoditas yang dapat dijadikan alih fungsi misalnya dengan membuat event budaya berbasis kearifan lokal tersebut merupakan strategi daya tarik wisatawan untuk datang ke Desa Bagor, yang telah memiliki DEWI JAGUAR.

    Sambutan Ketua Tim Pengabdian, Sarjiyanto, SE., MBA., Ph.D
    Penyerahan SK Rektor No.2985/UN27/HK.02/2025 tentang Penetapan Desa Binaan UNS oleh Sarjiyanto, SE., MBA., Ph.D kepada Kepala Desa Bagor,  Kukuh Riyanto, S.Pd.

    Dengan teori komodifikasi dapat dianalisis bahwa tradisi kearifan lokal pertanian jagung menjadi suatu komoditas yang bernilai jual tinggi di Desa Bagor dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap daya tarik untuk datang ke Desa Wisata Bagor.

    Hal ini sejalan dengan berbagai pandangan ahli, tradisi dan adat budaya lokal masyarakat, dalam hal ini pertanian jagung melalui acara “Grebeg Klobot” dari sekedar budaya pertanian, dengan sentuhan alih funsi dapat menjadi event budaya yang memiliki nilai finansial dan pada akhirnya dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Konsep komodifikasi budaya “Grebeg Klobot” mengikuti alur konsep yang dibangun.

    Pada tanggal 24 Agustus 2025 telah diselenggarakanya “Grebeg Klobot” yang ke-2, gelaran ini dari sisi jumlah gunungan dan kreasi yang disajikan mengalami kemajuan yang cukup signifikan, jika tahun lalu hanya 13 gunungan yang diperlombakan, tahuan ke-2 ini menjadi 17 gunungan dan dengan kreatifitas yang semakin menarik dan beragam.

    “Kemeriahan ini merupakan bentuk komitmen warga telah menerima konsep komodifikasi budaya grebeg klobot sebagai identitas masyarakat Desa Bagor yang akan terus dilestarikan dan diselenggarakan secara rutin sebagai agenda pariwisata di Kabupaten Sragen” ungkap Ketua Tim Pengabdian, Sarjiyanto, Ph.D.

    Dalam kesempatan itu juga diserahkanya SK Rektor No.2985/UN27/HK.02/2025 tentang Penetapan Desa Binaan Universitas Sebelas Maret, Hal ini menguatkan dan mengesahkan bahwa Desa Bagor adalah salah sutu yang menjadi Desa Binaan oleh UNS melalui RG Kearifan Lokal FEB pungkasnya.

    Tim Penilai Lomba Gunungan “Grebeg Klobot Ke-2”

    Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pengembangan DEWI JAGUAR dan komodifikasi budaya “Grebeg Klobot” di Desa Bagor Miri ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang Decent Work and Economic Growth dan tujuan ke-11 tentang Sustainable Cities and Communities.

    Dengan mengoptimalkan kearifan lokal sebagai potensi ekonomi kreatif berbasis masyarakat, program ini tidak hanya mendukung pemberdayaan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menjaga pelestarian budaya dan tradisi sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan. Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana inovasi berbasis kearifan lokal dapat menjadi solusi cerdas dalam mendorong kemajuan sosial ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya setempat.

  • Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Gelar FGD Review Kurikulum

    Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Gelar FGD Review Kurikulum

    Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan Focus Group Discussion dalam rangka Review Kurikulum Prodi S1 Akuntansi, Jumat, 18 Juli 2025, di UNS Tower.

    Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber  Dr. Luluk Widyawati, S.E., M.Bus., Ph.D., , CSRA., CSRS., Ketua Program Studi (Kaparodi) S1 Akuntansi di FEB Universitas Indonesia dan Rayenda Khresna Brahmana, Ph.D. Coventry University, UK.

    Kepala Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan sambutan sekaligus mengucapkan selamat datang kepada seluruh dosen Akuntansi yang hadir serta menyampaikan apresiasi kepada kedua narasumber atas kesediaannya menjadi pembicara dalam forum tersebut.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah diluangkan oleh kedua narasumber untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi kita semua,” ujarnya.

    Isna Putri Rahmawati, S.E., M.Sc., Ak., dosen Program Studi Akuntansi FEB UNS yang memandu jalannya acara menjelaskan bahwa review kurikulum ini merupakan kegiatan berkala yang bertujuan menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan kebutuhan stakeholder serta kemajuan ilmu akuntansi itu sendiri.

    “Kami mengharapkan masukan dari narasumber dan juga dari seluruh peserta lokakarya terkait bagaimana menyusun kurikulum yang relevan dengan kondisi saat ini dan bermanfaat bagi para lulusan kami. Oleh karena itu, kami mohon partisipasi dalam melakukan reviu terhadap kurikulum yang telah berjalan di Program Studi Akuntansi UNS, sekaligus memperoleh insight dari pengalaman terbaik yang diterapkan di Program Studi Akuntansi Universitas Indonesia,” jelasnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Luluk Widyawati. Ia memaparkan bahwa review kurikulum dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu penetapan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penerjemahan CPL ke dalam mata kuliah dan penentuan bobot SKS serta perincian CPL dan mata kuliah ke dalam proses pembelajaran yang lebih detail di setiap pertemuan.

    “Ketiga tahapan ini kami gunakan untuk mengevaluasi kurikulum yang ada serta mengembangkan kurikulum S1 Akuntansi yang kami terapkan di Universitas Indonesia,” ujar Dr. Luluk.

    Selanjutnya Rayenda Khresna Brahmana mereview kurikulum Prodi S1 Akuntansi.

    Usai review dari kedua narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber untuk memperdalam pemahaman serta mendapatkan masukan yang konstruktif dalam penyusunan kurikulum.

    Review kurikulum ini juga sejalan dengan komitmen UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Quality Education (Pendidikan Berkualitas). Dengan mengembangkan kurikulum yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan zaman, Prodi S1 Akuntansi FEB UNS berkontribusi dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing secara global, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan.

  • Laboratorium Fintech FEB UNS Gelar Pelatihan Digital Banking Bertema Perbankan Syariah Digital

    Laboratorium Fintech FEB UNS Gelar Pelatihan Digital Banking Bertema Perbankan Syariah Digital

    Laboratorium Financial Technology (Fintech) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Pelatihan Digital Banking bertema Digitalisasi Layanan Perbankan Syariah: Solusi Cerdas untuk Masyarakat yang Lebih Sejahtera, Kamis, 10 Juli 2025 secara daring.

    Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 20 mahasiswa FEB UNS dan menghadirkan narasumber spesial, Dewi Fairus, Business Development & Marketing Head OCBC Syariah.

    Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai perkembangan layanan perbankan syariah berbasis digital serta tantangan dan peluang yang menyertainya.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS dalam sambutannya menegaskan pentingnya mahasiswa aktif memanfaatkan kesempatan belajar di luar ruang kelas, termasuk mengikuti pelatihan, workshop, dan sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh berbagai laboratorium di lingkungan FEB UNS.

    Belajar di kelas saja tidak cukup. Menyelesaikan 145 SKS juga belum menjamin kesiapan menghadapi dunia kerja. Yang paling penting adalah pengalaman dan kompetensi yang diperoleh di luar ruang kuliah, salah satunya melalui kegiatan seperti ini, ujar Prof. Tri.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tri juga memperkenalkan keberadaan delapan laboratorium di FEB UNS yang secara rutin mengadakan berbagai kegiatan pengembangan diri untuk mahasiswa. Laboratorium Fintech, salah satunya, aktif menyelenggarakan pelatihan, workshop, dan sertifikasi profesional yang mendukung karier mahasiswa di bidang keuangan digital.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Laboratorium Fintech, Ibu Wahyu Trinarningsih, serta panitia pelaksana atas kerja kerasnya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

    Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi bekal nyata bagi mahasiswa dalam merintis karier di sektor keuangan, khususnya perbankan syariah digital. Saya titip kepada Bu Dewi agar dapat berbagi pengalaman terkait pengembangan produk perbankan syariah dan bagaimana bersaing di tengah maraknya inovasi produk perbankan saat ini tambahnya.

    Kegiatan ini juga memberikan manfaat tambahan berupa sertifikat yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat administratif untuk mendaftar ujian skripsi di FEB UNS.

    Para mahasiswa diharapkan terus memantau informasi terkait pelatihan dan sertifikasi melalui media sosial resmi, website FEB UNS, serta leaflet digital yang dibagikan secara berkala.

    Lulusan FEB UNS harus memiliki nilai tambah, bukan hanya ijazah, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, pungkas Prof. Tri.

    Pelatihan ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth serta SDG 9 mengenai Industry, Innovation, and Infrastructure. Dengan mendorong digitalisasi layanan perbankan syariah, kegiatan ini mendukung peningkatan inklusi keuangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pengembangan inovasi teknologi yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan komitmen FEB UNS dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

  • LAMEMBA Conducts Field Assessment of Two Study Programs at FEB UNS

    LAMEMBA Conducts Field Assessment of Two Study Programs at FEB UNS

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), welcomed the assessor team from the Institute of Accreditation for Economics, Management, Business, and Accounting Programs (LAMEMBA) for a field assessment of two study programs: the Master of Management Study Program and the Digital Business Study Program. The assessment took place over three days, from Monday to Wednesday, 14–16 July 2025.

    The assessor team consisted of Prof. Dr. Farida Titik Kristanti, S.E., M.Si., from Telkom University, and Dr. Wuryan Andayani, C.A., M.Si., CSRS., CSRA., CMA., from Universitas Brawijaya. They were formally welcomed at the Rectorate Meeting Room by Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., Vice Rector for Academic and Research Affairs, together with the FEB UNS Dean Office, heads of the respective study programs, and representatives from the UNS Institute for Educational Development and Quality Assurance.

    Following the welcoming ceremony at the Rectorate Office, the opening session of the field assessment was held in Meeting Room 1, Soeharno TS Building, FEB UNS. In her remarks, Prof. Farida emphasized that the objective of the assessment is to verify and confirm the information provided in each study program’s accreditation documents. The assessment process that will be conducted at the FEB UNS covered several stages, starting with interview sessions on the first day. During the session, both assessors conducted interviews with various stakeholders, including graduate users, alumni, lecturers, and students.

    On the second day, the agenda continued with a site visit to FEB UNS facilities. The areas observed included the Center for Research and Community Engagement (P4M), Fiscal Corner, professors’ office, archival office, classrooms, Konimex Hall, student workspace, and Computer Laboratory. The assessment concluded with a feedback session from the assessors to the faculty leadership and accreditation team. The activities were formally concluded with the signing of the field assessment report, marking the completion of the entire process.

    This field assessment reflects FEB UNS’s commitment to maintaining and improving the quality of higher education, while ensuring that its study programs continue to advance in accordance with national and international standards.

    Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs)

    The field assessment supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 4 – Quality Education, by enhancing program quality through external evaluation and national accreditation; SDG 9 – Industry, Innovation, and Infrastructure, through the renewal of learning facilities and the strengthening of research resources; and SDG 17 – Partnerships for the Goals, by fostering active collaboration between higher education institutions and accreditation bodies to ensure education quality.

    Through a transparent and participatory assessment process, FEB UNS continues to demonstrate its active role in producing highly qualified graduates with global competitiveness who are prepared to contribute to sustainable development.

  • Accounting Study Program FEB UNS Holds Academic Orientation for BPKP–UNS Joint Class

    Accounting Study Program FEB UNS Holds Academic Orientation for BPKP–UNS Joint Class

    The Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), organized an Academic Orientation for new students for the Joint-Partnership Class between UNS and the Financial and Development Supervisory Agency (BPKP). The event took place at Konimex Hall, FEB UNS, on Thursday, 21st August, 2025, and was attended by 90 BPKP students. This orientation aims to provide an initial understanding of academic processes, the learning system, and strategic policies applied throughout the study period. Students were also introduced to the academic information system and various opportunities for academic development.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Vice Dean for Academic and Research Affairs, in her remarks, highlighted the national and international accreditations achieved by FEB UNS, including “Unggul (Superior)” accreditation from LAMEMBA and international accreditation from AQAS. She also noted that FEB UNS is in the process of pursuing accreditation from the world’s prestigious body, AACSB.

    She further explained the technical aspects of the lectures, which will begin on 25 August 2025, and emphasized the requirement of at least 75% attendance as a prerequisite for participating in evaluations. Students were reminded to promptly access the Academic Information System (SIAKAD) to complete their course registration (KRS) and ensure validation by their academic advisor. Regarding the curriculum, FEB UNS has adopted the Outcome-Based Education (OBE) approach. Unlike the previous system, which focused mainly on midterm and final exams, assessments now include case studies, projects, or other methods aligned with course learning outcomes. The learning process spans 16 meetings, with a minimum of two assessments.

    Dr. Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, Vice Dean for Non-Academic Affairs, expressed his appreciation for the achievements of the new students admitted through the collaboration with BPKP. He encouraged students to take full advantage of this opportunity, both academically and in personal development.

    Meanwhile, the Head of the Undergraduate Accounting Study Program, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., explained that the study program offers an academic incentive in the form of exemption from the thesis examination for students who successfully publish their scientific work in reputable journals, at least SINTA 2. However, students are still required to write a thesis as part of their academic process. He also explained that from the second semester, students will begin taking Research Methodology courses and start engaging in discussions with lecturers. By the third semester, they may choose a supervisor to guide them in preparing their thesis proposal.

    Prof. Doddy emphasized the importance of completing the program on time and making optimal use of the two-year study period. He noted that FEB UNS is currently ranked within the top 300–400 in the world for the field of accounting, supported by eight professors actively involved in teaching and student supervision.

    As part of the orientation process, the session continued with an academic lecture titled “Emerging Research in Public Sector Accounting” delivered by Prof. Dra. Y. Anni Aryani, M.Prof. Acc., Ph.D., Ak., CA. The lecture provided students with an initial perspective on the importance of research in accountable and transparent public sector governance.

    This orientation supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 4 (Quality Education) through curriculum enhancement, academic mentoring by professors, and research incentives. It also contributes to SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) by strengthening competencies in public sector accounting and financial supervision, and SDG 17 (Partnerships for the Goals) through strategic collaboration between universities and government institutions, in this case, between UNS and BPKP.

  • FEB UNS Faculty Council Meeting: Preparation and Evaluation of Learning for the First-term of 2025 Academic Year

    FEB UNS Faculty Council Meeting: Preparation and Evaluation of Learning for the First-term of 2025 Academic Year

    The Faculty Council Meeting is a regular agenda organized by the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), to prepare for lectures and evaluate learning process in each semester. In preparation for the August 2025–January 2026 semester, the meeting was held at Suhardi Hall, FEB UNS, on Friday, 22 August 2025. Dean of FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., presented several updates and important programs across academic and non-academic fields.

    First, the selection of international class students for this term is carried out through students’ academic records and independent admission pathway, which currently is awaiting the final decision for the achievement inquiry selection and independent test pathways. The Master’s Education toward Doctorate Program for Excellent Undergraduates (PMDSU) is ongoing with participants from several study programs, while the Recognition of Prior Learning (RPL) Program for undergraduate and master’s levels is also being implemented. In addition, Level 1 and 2 Internal Quality Audits (AMI) at both study program and faculty levels have been completed, followed by evaluations of the results. Regarding the enhancement of education quality, the AACSB accreditation process is ongoing with the submission of the Eligibility Application and the completion of the Business Unit draft.

    On the governance side, the implementation of Integrity Zone and Risk Management across various areas has progressed to reports preparation and risk identification drafts stage, with official reporting scheduled. The entry meeting with the Internal Supervisory Unit (SPI) has been completed, with the exit meeting as follow-up. In terms of collaboration, the partnership program for the Islamic Business Center with BPKH establishment has entered the groundbreaking stage, while scholarship collaborations for undergraduate students at FEB UNS have been allocated and are being monitored simultaneously by the stakeholders.

    In education, the Global Challenge program with selected students traveling abroad is awaiting evaluation reports. Laboratory-based training related to export-import and fintech has also been carried out, with follow-up programs being planned. Furthermore, the Introduction to Campus Life for New Students (PKKMB), focusing on both academic and non-academic coordination, is scheduled for August 2025. At the same time, application training for academic support staff was conducted in an integrated manner and is currently under evaluation.

    Alongside the Dean’s presentation on faculty achievements, an evaluation for the second term of the 2024 academic year learning process and preparation for new students in 2025 were also discussed. The learning plan, including lecturer assignments, workload distribution, English language instruction, as well as training and certification as requirements for the final examination were also discussed for the the first term of 2025 academic year. The launch of academic handbooks for undergraduate, master’s, and doctoral programs, along with the implementation of Academic Advising coordination, also became a priority.

    Additionally, for the faculty’s governance, career development of teaching staff, employee discipline, budget management, and infrastructure are managed effectively and sustainably. Collaboration with alumni through partnerships and scholarships is under continuous development. AACSB accreditation and the Introduction to Campus Life for New Students (PKKMB) also received special attention during the meeting.

    In the following session, the Vice Deans delivered presentations according to their respective fields: Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Vice Dean for Academic and Research Affairs; Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA., Vice Dean for Non-Academic Affairs; and Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Vice Dean for Student and Alumni Affairs.

    Following the Deans’ Office presentations, lecturers had the opportunity to deliver questions, suggestions, and feedback to the Dean Office. The Faculty Council Meeting of FEB UNS also aligns with the faculty’s commitment to supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), and SDG 17 (Partnerships for the Goals). Through the continuous improvement of learning quality, the development of international programs, and strategic collaborations with various stakeholders, FEB UNS contributes significantly to building excellent human resources capable of responding to global challenges in a sustainable way.

  • LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pada Dua Program Studi di FEB UNS

    LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pada Dua Program Studi di FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) dalam rangka asesmen lapangan terhadap dua program studi, yakni Program Studi S-2 Manajemen dan Program Studi S-1 Bisnis Digital. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 14–16 Juli 2025.

    Tim asesor terdiri atas Prof. Dr. Farida Titik Kristanti, S.E., M.Si. dari Universitas Telkom, serta Dr. Wuryan Andayani, C.A., M.Si., CSRS., CSRA., CMA dari Universitas Brawijaya. Kedua asesor disambut secara resmi di Ruang Sidang Rektor oleh Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian, bersama jajaran Dekanat FEB, Ketua Program Studi terkait, serta perwakilan dari Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan UNS.

    Setelah prosesi penyambutan di Rektorat, kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan asesmen lapangan yang dilaksanakan di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS. Dalam sambutannya, Prof. Farida menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengonfirmasi berbagai hal yang telah disampaikan dalam borang akreditasi masing-masing program studi.

    Proses asesmen meliputi beberapa tahapan, dimulai dengan sesi wawancara yang dilaksanakan pada hari pertama. Wawancara dilakukan oleh kedua asesor kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengguna lulusan (user), alumni, dosen, dan mahasiswa.

    Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas yang dimiliki FEB UNS. Lokasi yang dikunjungi antara lain Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M), Fiscal Corner, ruang profesor, ruang arsiparis, ruang kelas, Aula Konimex, ruang kerja mahasiswa, serta Laboratorium Komputer.

    Asesmen ditutup dengan sesi penyampaian umpan balik (feedback) dari asesor kepada pimpinan fakultas dan tim akreditasi. Kegiatan ditutup secara resmi melalui penandatanganan berita acara asesmen lapangan, yang menjadi bagian akhir dari seluruh rangkaian kegiatan.

    Kegiatan asesmen ini merupakan wujud komitmen FEB UNS dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, serta memastikan program studi terus berkembang sesuai standar nasional dan internasional.

    Pelaksanaan asesmen lapangan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan mutu program studi berbasis evaluasi eksternal dan akreditasi nasional; SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan dukungan terhadap pembaruan sarana dan prasarana pembelajaran serta penguatan fasilitas riset; SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi aktif antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga akreditasi untuk menjamin mutu pendidikan.

    Melalui proses asesmen yang transparan dan partisipatif, FEB UNS terus menunjukkan peran aktif dalam mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing global yang siap berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

  • Program Studi S-1 Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Akademik untuk Kelas Kerja Sama BPKP–UNS

    Program Studi S-1 Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Akademik untuk Kelas Kerja Sama BPKP–UNS

    Program Studi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Orientasi Akademik bagi mahasiswa baru dari Kelas Kerja Sama antara UNS dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kegiatan ini berlangsung di Aula Konimex FEB UNS dan diikuti oleh 90 mahasiswa.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal mengenai proses akademik, sistem pembelajaran, serta kebijakan-kebijakan strategis yang berlaku selama masa studi. Para mahasiswa juga diperkenalkan pada sistem informasi akademik dan peluang pengembangan akademik lainnya.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, dalam sambutannya menyampaikan pencapaian akreditasi nasional dan internasional yang telah diraih FEB UNS, antara lain akreditasi Unggul dari LAMEMBA serta akreditasi internasional dari AQAS. FEB UNS juga tengah berproses untuk memperoleh akreditasi dari lembaga bergengsi dunia, AACSB.

    Ia juga menjelaskan teknis perkuliahan yang akan dimulai pada 25 Agustus 2025, serta pentingnya kehadiran minimal 75% sebagai syarat mengikuti evaluasi pembelajaran. Mahasiswa diminta untuk segera mengakses sistem informasi akademik (SIAKAD) untuk melakukan pengisian KRS dan memastikan validasi dari dosen pembimbing akademik (PA).

    Dalam hal kurikulum, FEB UNS telah mengadopsi pendekatan berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dengan sistem ini, bentuk asesmen berbeda dengan sebelumnya yang hanya berupa UTS dan UAS, namun bisa dalam bentuk studi kasus, proyek, atau metode lain yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran mata kuliah. Pembelajaran dilakukan selama 16 kali pertemuan dengan minimal dua kali asesmen.

    Dr. Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, Wakil Dekan Bidang Non-Akademik, turut mengapresiasi pencapaian para mahasiswa baru yang berhasil masuk melalui jalur kerja sama dengan BPKP. Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri.

    Sementara itu, Ketua Program Studi S-1 Akuntansi, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., memaparkan bahwa program studi menyediakan insentif akademik berupa pembebasan dari ujian skripsi bagi mahasiswa yang mampu mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal bereputasi, minimal SINTA 2. Meskipun ujian dibebaskan, mahasiswa tetap diwajibkan untuk menulis skripsi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pencapaian akademik.

    Ia juga menjelaskan bahwa sejak semester dua, mahasiswa akan mulai mengambil mata kuliah Metodologi Penelitian dan mulai aktif berdiskusi dengan dosen. Pada semester tiga, mereka sudah dapat memilih pembimbing untuk menyusun proposal skripsi.

    Dalam arahannya, Prof. Doddy menekankan pentingnya menyelesaikan studi tepat waktu dan memanfaatkan waktu secara optimal, mengingat masa studi yang dirancang hanya dua tahun.

    FEB UNS, menurutnya, saat ini telah masuk dalam peringkat 300–400 dunia untuk bidang akuntansi. Keunggulan ini didukung oleh kehadiran delapan profesor yang akan terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan pembimbingan mahasiswa.

    Sebagai bagian dari rangkaian orientasi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi akademik bertema Riset di Bidang Akuntansi Sektor Publik oleh Prof. Dra. Y. Anni Aryani, M.Prof. Acc., Ph.D., Ak., CA. Materi ini memberikan wawasan awal kepada mahasiswa mengenai pentingnya riset dalam tata kelola sektor publik yang akuntabel dan transparan.

    Kegiatan orientasi ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas kurikulum, pembimbingan akademik oleh profesor, serta insentif riset dan publikasi ilmiah. Selain itu, SDG 16 (Institusi yang Kuat, Transparan, dan Akuntabel) dengan penguatan kompetensi di bidang akuntansi sektor publik dan pengawasan keuangan. Serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mewujudkan Tujuan): melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah, dalam hal ini antara UNS dan BPKP.